Bukan Mahasiswa, Narasi TV Bongkar Wajah Asli Pembakar Halte Transjakarta, Tokoh Papua: Beda Dengan Data Polisi

Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:06 WIB
Bukan Mahasiswa, Narasi TV Bongkar Wajah Asli Pembakar Halte Transjakarta, Tokoh Papua: Beda Dengan Data Polisi (foto/int) Bukan Mahasiswa, Narasi TV Bongkar Wajah Asli Pembakar Halte Transjakarta, Tokoh Papua: Beda Dengan Data Polisi (foto/int)

RIAU24.COM -  Warganet mengapresiasi dan sebut investigasi Narasi TV brilian soal adanya team pelaku pembakaran beberapa halte Transjakarta pada saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja Omnibuslaw 8 Oktober 2020. Padahal sebelumnya oknum mahasiswa dan buruh dituding sebagai pelaku.

Baca Juga: Minta Bima Arya Belajar Tentang Etika Kedokteran, Ini Kata Tim Dokter Rizieq Shihab



Beberapa foto dan cuplikan wajah pelaku pembakar viral di media sosial bahkan nama Narasi TV jadi trending topik. Kemudian Christ Wamea, tokoh Papua ikut memberikan tanggapannya. "Narasi TV Berhasil Ungkap Wajah Asli Pembakar Halte Transjakarta, Beda Dengan Data Polisi," cuit @ChristWamea, Kamis (29 Oktober 2020).

Baca Juga: Wali Kota Jakarta Pusat Dicopot Anies Baswedan

Langsung saja netizen atau warganet berikan tanggapannya. @eeszzzz: "Polri enggak ada niatan buat apresiasi tim Narasi TV? Keren loh ini dan mereka berani mempublikasikan. Dan buat Bu Mega, ini loh Bu sumbangsih generasi milenial dari tim @narasitv buat bantu identifikasi pelaku pembakaran halte."

@MaspiyuO: "Keren Gila! Jenius! Narasi TV Berhasil Ungkap Pelaku Pembakaran Halte TransJakarta Saat Demo Omnibus Law."

@Ulufannuri1: "Berdasarkan investigasi Narasi TV, berikut dugaan pelaku pembakaran, tp polis sudah menangkap 4 org tsk, dan tidak ada satupun diantaranya. Dan ketika ditanya kembali, jawaban pamungkasnya adalah "Sedang dalam penyelidikan" "Sedang dalam pengejaran."

@GeiszChalifah: "Narasi TV bongkar wajah para pelaku pembakaran halte trans jakarta. Lalu langsung ada yg demo Anies terlibat demo rusuh omnibus law. Sampai disini faham kawan?"

@AgusR_Speeds: "Ketika Narasi TV membongkar CCTV dan sosial media. Apakah yang dibayar pakai pajak kita masih menutup mata?"

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...