Sebut Pencopotan Baliho di Seluruh Jakarta Berlebihan, Haris Azhar: Habib Rizieq tak Menyulut Perang

Sabtu, 21 November 2020 | 13:58 WIB
Baliho HRS yang dicopot pasukan TNI. Foto: int Baliho HRS yang dicopot pasukan TNI. Foto: int

RIAU24.COM -  Sikap Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang memerintahkan prajuritnya mencopot spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) di seluruh Jakarta, masih terus mendapat sorotan. 

Salah satunya datang dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga mantan Koordinator KontraS, Haris Azhar. Menurutnya, sikap Pangdam itu berlebihan, karena HRS tidak menyulut perang. 

Menurut pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation itu, penertiban spanduk dan baliho adalah masalah ketertiban umum. "Wewenang dan tugasnya Satpol PP, ya masa sampai tentara yang mengerjakan," lontarnya, Sabtu 21 November 2020.

Baca Juga: Mama Lita Master Chef Ikhlaskan Kepergian Suami Untuk Selamanya, Netizen Sampaikan Ini

Dilansir viva, Haris lebih jauh menuturkan, penurunan baliho boleh dilakukan jika ditemukan kesalahan prosedur, seperti tulisan di dalam baliho, terdapat kandungan pelanggaran hukum, dan atau di lokasi yang salah. 

Namun, bila penurunan baliho dilakukan oleh TNI, berarti ada poster atau spanduk yang punya kaitan dengan perang. 

"Berarti ini serius terhadap Riziq Shihab. Tapi saya tidak yakin RS bisa mengakibatkan atau menyulut perang. Wong perang antarnegara saja ada mediasi dan diplomasi kok. Atau, jika TNI turun tangan, ada ancaman lain selain perang, terorisme, bencana dan lainnya. Akan tetapi jika RS punya kandungan terorisme, bencana dan lainnya kan masih ada otoritas lain. Atau, memang institusi lain sudah tidak bisa bekerja sehingga harus TNI yang kerjakan,” kata Haris.


Baca Juga: Potret Ivan Gunawan Jadul Dengan Sekarang, Netizen: Dulu Macho

Fokus ke Papua 
Terpisah, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid juga menyatakan tidak setuju dengan sikap TNI tersebut. Dia menilai pasukan tersebut seharusnya fokus menangani masalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"Apalagi kembali KKB,Kelompok Separatis OPM, kembali berulah, 2 warga sipil di Ilaga Papua mrk tembak. Aksi berulang itu secara nyata mengancam kedaulatan hukum&eksistensi NKRI. TNI dg Koopsusnya, harusnya focus ke sana,buktikan kehebatan mrk atasi kelompok teroris separatis ini," tulis Hidayat melalui akun Twitternya, @hnurwahid, Sabtu, 21 November 2020.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengakui telah memerintahkan prajuritnya untuk menurunkan baliho spanduk dan baliho bergambar HRS di wilayah DKI Jakarta. 

Perintah itu turun setelah sebelumnya upaya penertiban baliho oleh Satpol PP gagal karena baliho dengan wajah HRS kembali terbentang. 

Belakangan ini ramai diberitakan kendaraan pasukan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI), melintas dan berhenti di dekat markas Front Pembela Islam (FPI), di Petamburan, Jakarta. Hal itu pun menuai kritik dari berbagai kalangan. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...