Sesame Street Memperkenalkan Muppets Rohingya Untuk Membantu Psikologi Anak-anak di Pengungsian

Sabtu, 19 Desember 2020 | 10:06 WIB
Sesame Street Memperkenalkan Muppets Rohingya Untuk Membantu Psikologi Anak-anak di Pengungsian (Foto : Amnesty.id) Sesame Street Memperkenalkan Muppets Rohingya Untuk Membantu Psikologi Anak-anak di Pengungsian (Foto : Amnesty.id)

RIAU24.COM -  Acara TV Anak-anak Sesame Street telah membuat Muppet Rohingya pertamanya untuk membantu ribuan anak-anak pengungsi mengatasi trauma dan mengatasi efek pandemi di pemukiman pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh.

Anak kembar berusia enam tahun, Noor dan Aziz Yasmin, akan tampil bersama karakter terkenal acara seperti Elmo dan Louie dalam video pendidikan dalam bahasa Rohingya di kamp, ​​menurut Sesame Workshop, organisasi nirlaba di balik pertunjukan tersebut.

Baca Juga: Koin Sangat Langka Buatan Kolonial New England Dijual Dengan Harga Fantastis

“Noor dan Aziz adalah inti dari upaya kami untuk membawa pendidikan dini… kepada anak-anak dan pengasuh… sangat dipengaruhi oleh dua krisis pengungsian dan pandemi COVID-19,” Sherrie Westin, presiden dampak sosial di Sesame Workshop, mengatakan di sebuah pernyataan.

“Bagi sebagian besar anak Rohingya, Noor dan Aziz akan menjadi karakter pertama di media yang terlihat dan terdengar seperti mereka… [mereka] akan membawa kekuatan transformatif dari pembelajaran yang menyenangkan kepada keluarga pada saat dibutuhkan lebih dari sebelumnya.”

Menurut angka Perserikatan Bangsa-Bangsa, anak-anak merupakan lebih dari setengah dari sekitar 730.000 Rohingya yang tiba di Bangladesh pada 2017 setelah eksodus massal dari Myanmar dan sekarang tinggal di kamp-kamp di Cox's Bazar.

Awal tahun ini, badan-badan bantuan mengatakan risiko pernikahan anak dan perdagangan manusia telah meningkat di kamp-kamp tersebut karena pandemi menyebabkan pengurangan kegiatan kamp dan menutup layanan pemuda.

Baca Juga: Penambangan Bitcoin yang Sangat Berisik Membuat Orang Menjadi Gila Di Quebec

Sesame Workshop menggambarkan Noor sebagai gadis yang bersemangat dan ingin tahu yang suka membuat aturan baru yang lucu untuk game, sedangkan kakaknya adalah pendongeng yang kreativitasnya terkadang dapat mengalihkannya dari tugas sehari-hari.

Organisasi non-pemerintah Bangladesh BRAC, mitra program, mengatakan segmen video akan segera dimulai.

“Ini pasti akan membantu anak-anak Rohingya tetap terhubung dengan akar mereka,” kata juru bicara BRAC Hasina Akhter.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...