Soal Ahmadiyah dan Syiah, Ubedilah Badrun: Menag Yaqut Seperti Menabuh Genderang Dengan MUI

Jumat, 25 Desember 2020 | 13:41 WIB
Analisis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun Analisis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun

RIAU24.COM - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas yang baru saja dilantik Presiden Jokowi, dianggap telah melontarkan pernyataan yang membuat gaduh di tengah masyarakat. Hal itu dikarenakan terkait pernyataannya yang akan melindungi aliran Ahmadiyah dan Syiah.

"Pernyataan bahwa Menag Yaqut akan melindungi minoritas Syiah dan Ahmadiyah. Jika maksud melindungi dimaknai sebagai perlindungan atas hak-hak sebagai warga negara, itu sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi siapapun warga negara Indonesia," kata Analisis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun dilansir dari Rmol.id, Jumat, 25 Desember 2020.

Baca Juga: Vincent dan Desta Baru Tahu Adhisty Zara Cucu Acil Bimbo

Tapi, jika yang dimaksud adalah membatalkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang aliran sesat, maka pernyataan Gus Yaqut adalah keliru.

"Menaq Yaqut seperti menabuh genderang dengan Majelis Ulama Indonesia. Menag Yaqut tampak tidak bisa membedakan, melihat posisi individu sebagai warga negara dengan segala haknya, dan posisi otoritas ulama dalam memutuskan perkara Islam dan aliran yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Islam," tuturnya.

Baca Juga: SKB Tiga Menteri Terkait Jilbab Dicabut, Orang Tua: Hidup Atau Mati Gak Mau Pakai Jilbab

Ubedilah melanjutkan, Pernyataan Gus Yaqut tersebut justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat.

"Terlalu cepat tampak konfrontasinya. Ini akan menimbulkan persoalan baru dalam hubungan umat Islam dengan pemerintah. Semestinya hari-hari seperti ini Menag Yaqut menampilkan keteduhan kepemimpinan untuk merangkul semua golongan, baik yang mayoritas maupun yang minoritas. Bukan menabuh genderang konfrontasi," tandasnya.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...