Tak Disangka, Ternyata Seperti Ini Gawatnya Kasus Corona di Wuhan, Coba Simak

Jumat, 08 Januari 2021 | 13:58 WIB
Penduduk Wuhan merayakan tahun baru 2021, Saat ini perkembangan virus Covid-19 di daerah itu dikabarkan kembali masuk tahap mengkhawatirkan. Foto: reuters Penduduk Wuhan merayakan tahun baru 2021, Saat ini perkembangan virus Covid-19 di daerah itu dikabarkan kembali masuk tahap mengkhawatirkan. Foto: reuters

RIAU24.COM -  Kota Wuhan di China, sudah menarik perhatian masyarakat dunia saat virus Corona Covid-19 pertama kali merebak di kawasan itu, tahun 2019 lalu. Namun pada penghujung tahun 2020, Wuhan kembali mendapat sorotan setelah pandemi serupa kembali terulang. 

Infeksi Covid-19 diidentifikasi di Wuhan pada akhir 2020 dengan wabah pertama terkait dengan pasar makanan laut di sana. Namun yang tak disangka-sangka, jumlah penduduk yang terinfeksi saat ini, diperkirakan tiga kali lebih tinggi dari angka resmi yang dirilis pemerintah setempat. 

Temuan itu merupakan hasil studi yang dilakukan para peneliti di China. Dalam jurnal yang diterbitkan PLOS Neglected Tropical Disease, Kamis (7/1/2021), sepanjang Maret hingga Mei 2020, telah diambil sampel darah dari lebih 60 ribu orang sehat dari seluruh lokasi di China. 

Baca Juga: Kisah Tragis Anak TKW, Hidup Sendirian di Arab Setelah Sang Ibu Meninggal, Ditinggalkan Sang Ayah ke Bangladesh

Hasilnya, ditemukan bahwa sebanyak 1,68 persen sampel darah dari masyarakat Wuhan, mengandung antibodi SARS-COV-2 sebanyak 1,68 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di China, seperti Provinsi Hubei 0,58 persen dan 0,38 persen di seluruh daratan China.

Dilansir detik yang mengutip reuters, Jumat 8 Januari 2021, dengan total populasi Wuhan lebih dari 10 juta, para peneliti memperkirakan sebanyak 168 ribu penduduk di sana telah terinfeksi. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah resmi yang tercatat di pemerintah, yakni sebanyak 50.340 pasien.

Baca Juga: Ajaib, Hanya Berjarak Beberapa Meter Dari Hiu Ganas, Gadis Cantik Berusia 6 Tahun Ini Berhasil Lolos Dari Maut

Bahkan, sebuah studi terpisah yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China akhir bulan lalu menyebutkan tingkat "seroprevalensi" di Wuhan, persentase populasi dengan antibodi, bahkan lebih tinggi yaitu 4,43 persen, menyiratkan bahwa sekitar setengah juta orang di kota itu bisa saja terinfeksi.

Sementara itu, Pemerintah China telah berkali-kali menepis kritik terhadap penanganan awal Covid-19. Saat ini, China balik merujuk ke studi luar negeri yang menyebut virus Corona telah beredar di Eropa bahkan beberapa bulan sebelum di Wuhan. ***

PenulisR24/wan


Loading...
Loading...