Kesehatan Kian Memburuk, Inji Orangutan Tertua Disuntik Mati di Amerika

Senin, 11 Januari 2021 | 13:57 WIB
Kesehatan Kian Memburuk, Inji Orangutan Tertua Disuntik Mati di Amerika (foto/int) Kesehatan Kian Memburuk, Inji Orangutan Tertua Disuntik Mati di Amerika (foto/int)

RIAU24.COM - Inji (61), seekor Orangutan tertua di dunia Inji kesehatannya terus memburuk. Akhirnya pihak berwenang 'menidurkan' Inji yang tinggal di Kebun Binatang Oregon di Amerika Serikat (AS) untuk selama-lamanya pada Sabtu (9/1).

Dilansir dari Okezone, Inji telah berjuang melawan kesehatan yang buruk. Sebenarnya orangutan di alam liar, jarang yang hidup berusia 40 tahun. Namun Inji berhasil mencapai usia sampai 61 tahun.

Baca Juga: Sempat Menolak, Minggu Depan Israel Akan Mulai Vaksinasi Tahanan Palestina

Penjaga kebun binatang Oregon di Amerika Serikat menyebut kondisi Inji terus menurun sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan Inji terlihat jarang meninggalkan kandangnya dalam beberapa minggu terakhir dan tak berselera pada makanan.

Mereka membuat keputusan sulit untuk “menidurkan” dia selamanya pada Sabtu (9/1) ketika obat penghilang rasa sakit tidak lagi membantunya.

Baca Juga: AS Memberi Sanksi Kepada Kementerian Kuba Atas Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia


Tanggal lahir Inji sebenarnya tak diketahui. Inji lahir di alam liar sekitar tahun 1960, lalu datang ke Amerika Serikat (AS) melalui perdagangan hewan liar legal yang mana oleh pemiliknya kemudian diserahkan ke kebun binatang pada 1961.

Inji diperkirakan berusia sekitar satu tahun ketika tiba di kebun binatang pada 30 Januari 1961. "Kami tahu dia tidak bisa hidup selamanya, tapi ini sangat menyakitkan, dan saya tahu banyak pengunjung yang berduka bersama kami,” terang Bob Lee, yang mengawasi area binatang di kebun binatang, dilansir dariDaily Star.

Kemampuan Inji untuk terhubung kepada manusia yang datang ke kebun binatang benar-benar dipuji. Sehingga tak heran Inji disayang para pengunjung. "Dia menginspirasi generasi,” sebut petugas kebun binatang.

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...