Mengenal Harun Yahya, Seorang Pria Turki yang Dihukum 1.075 Tahun Penjara Karena Pemerkosaan dan Konspirasi

Selasa, 12 Januari 2021 | 09:03 WIB
Foto : VOI Foto : VOI

RIAU24.COM -  Adnan Oktar alias Adnan Hoca, penulis buku berlabel Islam dengan nama pena Harun Yahya, telah divonis 1.075 tahun penjara. Pengadilan Turki memutuskan pria berusia 64 tahun itu bersalah atas pemerkosaan dan kejahatan konspirasi. Siapakah Adnan Oktar alias Adnan Hoca alias Harun Yahya?

Harun Yahya ditangkap pada 2018. Saat itu polisi menggerebek sejumlah tempat terkait Harun Yahya dan kelompoknya. Tempat-tempat itu tersebar di lima provinsi di Turki.

Penggerebekan tersebut dilakukan terkait dugaan kejahatan keuangan, penipuan, pelecehan seksual, dan kejahatan konspirasi yang dilakukan oleh Harun Yahya dan kelompoknya. Harun Yahya sendiri ditangkap di Istanbul, di kediamannya, di kawasan Cengelkoy.

Dilansir The Guardian, Selasa 12 Januari 2018, ini kali kedua Harun Yahya dan organisasinya menyikapi hukum. Harun Yahya kemudian ditangkap. Kasus pertama yang melibatkan Harun Yahya dan kelompoknya terjadi pada tahun 1999.

Baca Juga: Anggota DPR AS Ini Ancam Akan Makzulkan Biden di Hari Pertama Jadi Presiden

Saat itu Harun Yahya ditangkap dengan tuduhan melakukan intimidasi dan pembentukan kelompok kriminal. Harun Yahya juga ditahan, meski penyidikan kasus itu kemudian dihentikan.

Stasiun televisi NTV menjelaskan bahwa kejahatan Harun Yahya antara lain pemerkosaan anak di bawah umur, penipuan, dan upaya untuk memata-matai pemerintah terkait masalah militer dan politik. Jaksa juga mendakwa Harun Yahya dengan dakwaan hukum memimpin organisasi kriminal. Sidang pengadilan terhadap Harun Yahya telah digelar sejak September 2019.

Terkait kasus Harun Yahya, otoritas hukum Turki menangkap 236 tersangka lainnya. Mereka telah diadili, dengan 78 di antaranya ditahan.

Harun Yahya memiliki kepribadian yang hebat. Sejak 1980-an ia mendirikan organisasi Islam di Istanbul. Selain sosoknya yang flamboyan, kekayaan Harun Yahya semakin memperkuat pengaruhnya. Meski begitu, kekayaan Harun Yahya belum diketahui secara pasti.

Sebagai seorang pemikir, pengaruh Harun Yahya juga besar. Dalam konteks yang lebih tendensius, banyak orang menyebut pemikiran Harun Yahya itu berbahaya. Harun Yahya dikenal aktif mengkampanyekan gerakan anti Semitisme.

Harun Yahya juga dikenal sangat menentang teori evolusi Charles Darwin. Ia banyak menjelaskan tentang proses penciptaan alam semesta oleh Tuhan. Dalam wawancara dengan wartawan BBC Andrew Marr tahun 2010, Harun Yahya menyebut teori Darwin sebagai sumber inspirasi utama teroris modern. Harun Yahya juga menolak Holocaust.

"Hitler, Mussolini, Stalin dan banyak teroris terkenal lainnya dengan jelas mengatakan bahwa pemikiran mereka dipengaruhi oleh Darwin ... Tanpa Darwin tidak akan ada terorisme," Harun Yahya.

Harun Yahya berpendapat bahwa Hitler naik ke tampuk kekuasaan berkat peran instrumen yang disebutnya "elemen negara Inggris". Harun Yahya merinci teori konspirasinya, bahwa ada kelompok luar biasa kuat yang memiliki hubungan dengan pemerintah dan militer. Kelompok tersebut memiliki kapasitas untuk memanipulasi dan mengontrol kebijakan pemerintah.
Seperti dikutip Tempo, sejak serangan teroris 11 September 2001 di gedung World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat (AS), Harun Yahya mulai menunjukkan dirinya sebagai pembicara lintas agama. Harun Yahya menggambarkan dirinya sebagai pendukung dialog antaragama. Ia pun menjadikan namanya sebagai musuh utama terorisme internasional.

Sudah beberapa tahun sejak titik balik karyanya Harun Yahya mendirikan saluran televisi. Harun Yahya menggunakan saluran ini untuk menyebarkan pemahaman dan pengaruhnya, termasuk berbagai tafsirnya terhadap ajaran Islam. Acara khas Harun Yahya. Ia kerap tampil dikelilingi sejumlah layar komputer dengan perempuan muda setengah telanjang.

Selain dari saluran televisi, Harun Yahya juga dikenal sebagai penulis. Harun Yahya adalah nama penanya. Sedangkan nama aslinya adalah Adnan Oktar alias Adnan Hoca. Dalam beberapa bukunya, Harun Yahya mengaku telah membongkar kerja sama yang dibentuk pemerintah bayangan Inggris di Turki dengan penguasa kawasan. Menurut Harun Yahya, penyelidikan yang dia dan kelompoknya lakukan menjadi alasan otoritas hukum Turki mengkriminalkannya.

Baca Juga: Gitaris New York Dolls Sylvain Sylvain Meninggal di Usia 69 Tahun Setelah Gagal Melawan Kanker

Harun Yahya tidak hanya dikelilingi oleh wanita dalam program televisinya. Di dunia nyata Harun Yahya juga identik dengan perempuan. Menurut beberapa mantan pengikutnya, Harun Yahya telah mencuci otak para perempuan tersebut. Harun Yahya juga mengintimidasi, mengancam, dan menjadikan perempuan-perempuan ini budak seks.

Pencarian perempuan di sekitar Harun Yahya pun diatur. Menurut kabar, kelompok Harun Yahya mengirimkan orang-orang yang secara khusus ditugaskan untuk mencari wanita cantik dan pria tampan dari keluarga mapan untuk menjadi pengikut. Diduga, sebagian besar rekrutmen dilakukan di universitas swasta Turki.

Menurut keterangan banyak keluarga korban manipulasi Harun Yahya, setelah perekrutan, keluarga biasanya kehilangan kontak dengan korban rekrutan baru, Harun Yahya. Jangan berharap waktu untuk bertemu.

Dalam berkas pembuktian kasus 1999, polisi mengetahui bahwa perempuan yang direkrut oleh Harun Yahya akan dibujuk untuk berpartisipasi dalam aktivitas seksual yang didokumentasikan melalui film atau foto. Materi digital inilah yang menjadi alat Harun Yahya untuk mengancam para korbannya. Hal tersebut diungkap model asal Turki, Ebru Simsek, yang mengaku diperas dengan ancaman video seks oleh kelompok Harun Yahya.

Ada kondisi miris yang dituturkan perempuan korban Harun Yahya. Menurut mereka, perempuan seringkali dipaksa kawin dengan Harun Yahya hanya untuk terbebas dari dipaksa tidur dengan banyak laki-laki dalam rombongan. Setiap wanita yang menikahi Harun Yahya, wanita itu akan menjadi "saudara perempuan". Di dalam grup tersebut terdapat aturan tidak tertulis, tidak satu pun pengikut laki-laki Harun Yahya - biasa disebut singa - diperbolehkan berhubungan seks dengan saudara perempuannya.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...