Ilmuwan Ini Menciptakan Bahan Hidup Pintar Dari Campuran Teh Fermentasi Kombucha

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:08 WIB
Foto : Indiatimes Foto : Indiatimes

RIAU24.COM -  Peneliti dari Imperial College London dan MIT telah berhasil mengembangkan bahan hidup pintar dengan merekayasa mikroba untuk mendeteksi dan bereaksi terhadap lingkungan di sekitar mereka. Menariknya, para ilmuwan mengambil inspirasi dari 'ibu kombucha' - campuran yang membuat minuman teh fermentasi kombucha.

Sekarang diterbitkan dalam jurnal Nature Materials, penelitian ini menjelaskan perkembangan jenis baru dari bahan hidup yang direkayasa (ELM). Sesuai penelitian, ELM baru dapat digunakan untuk mendeteksi dan menyaring kontaminan dalam air, ELM akan dapat mendeteksi dan memperingatkan setiap kerusakan menggunakan fluoresensi, bertindak sebagai 'foto hidup' yang menampilkan gambar yang diproyeksikan ke mereka, jelas sebuah laporan. oleh Imperial College London.

Baca Juga: CEO Telegram: Peralihan Pengguna WhatsApp ke Telegram Adalah Migrasi Digital Terbesar Dalam Sejarah

Para ilmuwan di balik penelitian ini menggunakan kombinasi simbiosis dari ragi dan bakteri untuk ELM baru. Kombinasi ini mirip dengan kombinasi yang ditemukan pada 'kombucha mother', juga dikenal sebagai kultur simbiosis bakteri dan ragi atau SCOBY, dinikmati oleh banyak orang sebagai makanan yang dapat dimakan.

Studi ini menyoroti bahwa jenis baru ELM menggabungkan sel ragi yang direkayasa secara genetika dengan bakteri penghasil selulosa, yang disebut 'Syn-SCOBY'. Dengan demikian, dapat diproduksi dalam skala besar, tidak seperti ELM yang dihasilkan melalui mikroba non-makanan seperti E. coli dan jamur berserabut. Teknik ini juga dapat digunakan oleh banyak orang, tidak memerlukan pengetahuan ilmiah khusus untuk itu.

Baca Juga: Pembaruan WhatsApp, Obrolan yang Diarsipkan Akan Segera Menjadi Fitur Baca Nanti

Para peneliti menemukan bahwa dalam campuran tersebut, selulosa yang diproduksi oleh Syn-SCOBY bertindak sebagai perancah untuk menahan enzim multifungsi yang diproduksi oleh ragi. Kombinasi tersebut menghasilkan material tangguh yang dapat diprogram serta mudah diproduksi dalam skala besar.

Dalam laporan ICL, penulis pertama studi Charlie Gilbert dari Imperial's Department of Bioengineering mengatakan: “Meskipun kita masih jauh dari masa depan di mana orang dapat dengan murah menumbuhkan sensor biologis mereka sendiri, sistem baru kita menggerakkan kita maju dengan membuat materi yang dapat diskalakan dan karena itu lebih mungkin berguna di dunia nyata. ”

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...