Sempat Sembuh, Remaja 18 Tahun Ini Kembali Dihantam Covid-19, Begini Jadinya

Jumat, 22 Januari 2021 | 16:48 WIB
Wilber Portillo, remaja yang meninggal dunia setelah dua kali dihantam Covid-19. Foto: gofundme Wilber Portillo, remaja yang meninggal dunia setelah dua kali dihantam Covid-19. Foto: gofundme

RIAU24.COM -  Nasib mengenaskan dialami Wilber Portillo, remaja berusia 18 tahun warga Denver, Colorado, Amerika Serikat. Nyawanya tak bisa lagi diselamatkan, setelah dua kali dihantam Covid-19. 

Menurut sang paman, Oscar Castillo, keponakannya yang merupakan lulusan CEC Early College itu, pertama kali jatuh sakit akibat Covid-19 beberapa bulan setelah pandemi melanda Amerika Serikat. 

Menurutnya, Portillo terinfeksi setelah perjalanan bisnis ke Los Angeles. Dua bulan setelah pulih dan dites negatif untuk virus tersebut, Portillo kembali demam. 

Baca Juga: Menyayat hati! Lumba-Lumba Ini Tidak Ingin Melepaskan Bayinya yang Meninggal Saat Dilahirkan

Ditambahkan sang paman, Portillo mengalami demam setelah menghadiri sebuah pesta. Namun kali ini, Castillo tak memenangkan pertarungan melawan Covid-19, seperti ketika pertama kali terjangkit. 

Sedangkan sang pacar, Andrea Ferrel mengungkapkan, kekasihnya itu terjangkit untuk kedua kalinya pada 19 November 2020. Namun setelah itu, Portillo sempat menjadi lebih baik.

"Dia sempat bebas Covid-19 sekitar satu pekan sebelum jatuh sakit lagi," lontarnya, dilansir republika yang mengutip laman People, Jumat 22 Januari 2021. 

Ditambahkannya, Portillo memeriksakan diri ke dokter pada 18 November 2020. Ketika itu, dokter mengatakan Portillo memiliki infeksi yang serius di paru-parunya. Dokter pun menyarankannya untuk menggunakan Tylenol.

"Itu terakhir kali saya mendengar kabar darinya," kenangnya.

Baca Juga: Michael Somare, Bapak Bangsa Papua Nugini Meninggal di Usia 84 Tahun

Portillo meninggal dalam tidurnya. Namun hasil pemeriksaan dokter baru keluar setelah ia meninggal dunia, dua hari kemudian. Dalam hasil pemeriksaan dokter tersebut dinyatakan, Portillo positif Covid-19.

"Agak sulit untuk mengetahui bahwa dia tidak ada secara fisik lagi. Dia adalah pria dengan banyak cahaya,” tambah sang paman, Castillo. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...