Aktivis AS Ini Menawarkan Ganja Gratis Agar Orang Mau Mendapatkan Vaksin COVID-19

Senin, 22 Februari 2021 | 09:02 WIB
Foto : Indiatimes Foto : Indiatimes

RIAU24.COM -  Aktivis di seluruh AS mendorong penduduk untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dengan menawarkan ganja gratis dari apotek lokal, klaim laporan ini.

Dilansir dari IndiaTimes, DC Marijuana Justice mengumumkan bahwa mereka akan memberikan ganja gratis kepada penduduk yang telah mendapatkan vaksin COVID-19. Dan sejak itu, kelompok itu kini sibuk memenuhi janjinya, membagikan ganja kepada orang-orang yang menunjukkan kartu vaksinasi mereka, lapor LadBible.

Baca Juga: Patah Hati, Wanita Cantik Ini Menikah Dengan Dirinya Sendiri, Rela Menghabiskan Uang Hingga Puluhan Juta Demi Pesta Pernikahan

Nikolas Schiller, salah satu pendiri grup, mengatakan: "Kami mencari cara untuk mengakhir pandemi dengan aman dan kami tahu tidak ada yang bisa menyatukan orang seperti ganja. DCMJ percaya bahwa ganja harus dikonsumsi dengan aman dan bertanggung jawab, dan pandemi telah membuat orang dewasa sangat sulit untuk mendapatkan ganja."

Menurut Metro Times, pemasaran ganja semacam itu berhasil dan diperpanjang hingga Maret 2021.

The Greenhouse of Walled Lake mengatakan telah memberikan lebih dari 4.000 ganja melalui kampanye "Pot for Shots" sejak diluncurkan pada bulan Januari, lapor MetroTimes.

Baca Juga: Penerima Transplantasi Hati Pertama di Malaysia Dua Dekade Lalu, Akhirnya Meninggal Dunia di Usia 23 Tahun

"Saya ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendapatkan vaksinasi COVID-19 saat negara bagian dan bangsa kita memerangi pandemi yang menghancurkan ini," kata pemilik Jerry Millen dalam sebuah pernyataan.

'Pot for Shots' adalah cara saya menjangkau keduanya, pelanggan lama dan baru kami. Saya selalu mendukung penggunaan ganja yang aman dan bertanggung jawab dan saya berharap dan berdoa semoga ini adalah awal dari akhir pandemi yang mengerikan ini. Kami mendukung penggunaan ganja yang aman dan bertanggung jawab dan berharap ini adalah awal dari akhir pandemi berbahaya ini." kata Schiller.

 

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...