Tujuh Pekerja Peternakan di Rusia Tertular Flu Burung H5N8, Jadi Kasus Pertama di Dunia

Senin, 22 Februari 2021 | 10:41 WIB
Foto : Kompas.com Foto : Kompas.com
<p>RIAU24.COM -  Usai COVID-19, kini timbul virus baru. Beberapa pekerja di sebuah peternakan unggas di Rusia terinfeksi dengan salah satu jenis flu burung, H5N8, untuk pertama kalinya. Tujuh orang yang bekerja di sebuah peternakan unggas di Rusia selatan telah tertular flu tersebut dan menjadikannya virus manusia pertama yang ditemukan pada manusia.

Anna Popova, Kepala Pengawas Kesehatan Konsumen, seperti dilansir dari BNO News, menjelaskan, ini pertama kalinya infeksi H5N8 pada manusia dipastikan oleh laboratorium. Dia menguraikan bahwa infeksi manusia ringan dan tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia.

Kasus itu adalah kasus pertama dari strain virus flu burung bernama A (H5N8) yang ditularkan ke manusia dari unggas. 

Baca Juga: Kilang Texas Dibuka Kembali Setelah Alami Deep Freeze, Harga Minyak Mentah Naik, Tertinggi Sejak Tahun 2019

Dia berkata, “Virus ini bisa menular dari burung ke manusia; itu telah mengatasi penghalang antarspesies. Sampai saat ini, virus influenza jenis ini belum menular dari manusia ke manusia. Hanya waktu yang akan memberi tahu seberapa cepat mutasi di masa depan yang memungkinkan virus mengatasi hambatan ini. "

Popova mengatakan temuan ini akan membantu para peneliti mempersiapkan kemungkinan penularan virus H5N8 ke manusia dan informasi rinci tentang kasus-kasus ini telah diserahkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

"Kami melaporkannya saat kami benar-benar yakin dengan hasil kami," kata Popova di TV pemerintah Rossiya 24. Belum ada tanda-tanda penularan antar manusia, tambahnya.

"Situasi ini tidak berkembang lebih jauh."

Baca Juga: Dua Tewas dan Ratusan Orang Ditangkap Dalam Kekerasan Pasca Pemilihan di Niger

Dalam sebuah email, badan WHO Eropa mengatakan telah diberitahu oleh Rusia tentang kasus infeksi manusia dengan H5N8. "Informasi awal menunjukkan bahwa kasus yang dilaporkan adalah pekerja yang terpapar kawanan burung," kata email tersebut.

"Mereka asimtomatik dan tidak ada penularan dari manusia ke manusia yang dilaporkan. Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari acara ini," tambah email tersebut.

 

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...