Sempat Tuai Kritik Tajam, Sekolah Umum di Jepang Akhirnya Hapus Peraturan yang Memeriksa Warna Bra Siswa

Kamis, 01 April 2021 | 09:34 WIB
Foto : Indiatimes Foto : Indiatimes

RIAU24.COM -  Sekolah Jepang memiliki reputasi dalam menegakkan beberapa aturan aneh, dan beberapa di antaranya sangat mengejutkan. Seperti saat siswa diharuskan mengenakan pakaian dalam berwana serba putih.

Tapi setelah mendapat kritik keras dari warga, aturan absurd tersebut dihapuskan.

Dilansir dari NewsOnJapan, peraturan sekolah ini disebut-sebut melanggar hak asasi manusia dan privasi karena beberapa anggota staf di sekolah dilaporkan akan memeriksa pakaian dalam siswa ketika mereka berganti pakaian untuk aktivitas olahraga mereka. Beberapa diantaranya bahkan menarik-narik tali bra para siswi.

Baca Juga: Kim Jong Un Eksekusi Menteri Universitas Karena Banyak Ngeluh dan Kurang Adakan Kelas Lewat Panggilan Zoom

Setelah aturan menghadapi kritik tajam dan orang tua menyebutnya 'menjijikkan', badan pemerintahan memutuskan bahwa harus ada perubahan. Dewan pendidikan Prefektur Saga melakukan studi tentang peraturan yang meragukan di 51 sekolah menengah dan atas yang dikelola, menemukan bahwa 14 dari mereka memiliki persyaratan pakaian dalam putih.

Siswa sekarang dapat bersuka cita saat dewan mencapai kesepakatan untuk menghapus aturan tersebut. Dan mulai tahun ajaran 2021 mendatang di Jepang, tidak akan ada pemeriksaan warna pakaian dalam siswa.

Sementara itu, dewan juga telah menghapus aturan yang mewajibkan penunjukan seragam yang berbeda untuk siswa laki-laki dan perempuan, dalam upaya untuk lebih mengakomodasi siapa saja yang diidentifikasi sebagai non-biner atau cairan gender.

Baca Juga: Remaja Ini Ciptakan Situs Merek Kecantikan Palsu Untuk Membantu Korban KDRT Agar Melaporkannya Saat Berpura-pura Berbelanja

Selain itu, ketiga sekolah yang mewajibkan siswanya untuk menyerahkan dokumentasi bahwa rambut mereka tidak hitam atau keriting alami telah meniadakan perlunya sertifikasi tersebut.

Selain itu, dua sekolah memilih untuk menghapus aturan yang mengatakan mereka tidak diizinkan memiliki selimut di sekolah. Padahal banyak siswa di negara tersebut memilih untuk menggunakan selimut di sekolah karena pihak sekolah sering tidak menggunakan pemanas ruang, bahkan di musim dingin.

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...