Pria Ini Meninggal Setelah Dipaksa Melakukan Squat Hingga 300 Kali Hanya Karena Melanggar Jam Malam Covid-19

Jumat, 09 April 2021 | 15:19 WIB
Foto : Insider Foto : Insider

RIAU24.COM - Seorang pria Filipina berusia 28 tahun meninggal setelah dia dipaksa melakukan squat hingga 300 kali karena melanggar jam malam Covid-19 di General Trias, provinsi Cavite, Filipina. Dilansir dari The Straits Times, kota itu mengalami penguncian karena meningkatnya kasus Covid-19 dan jam malam telah diberlakukan dari jam 6 sore hingga jam 5 pagi.

Korban, Darren Manaog Peñaredondo, keluar dari rumahnya pada 1 April untuk membeli air tetapi dihentikan oleh polisi dan dipaksa melakukan "squat" hingga 100 kali, lapor CNN.

Polisi kemudian menyuruhnya mengulangi squat, yang berarti dia melakukan total sekitar 300 squat.

Peñaredondo akhirnya diizinkan pulang tetapi mengalami kejang, mengalami koma, dan meninggal sekitar jam 10 malam, pada hari yang sama.

Baca Juga: Dalam Upaya Meningkatkan Tingkat Perlindungan, China Mempertimbangkan Untuk Mencampur Vaksin COVID-19



“Dia mulai kejang pada hari Sabtu, tapi dia akhirnya koma,” kata keluarganya.

Dilansir dari The Straits Times, kepala polisi Jenderal Trias membantah bahwa polisi setempat terlibat dalam insiden tersebut dan bahwa mereka tidak memiliki catatan bahwa seorang Darren Manaog ditangkap karena melanggar perintah jam malam.

"Setelah penyelidikan kami, kami menemukan bahwa seorang Darren Penaredondo ditangkap bukan oleh polisi, tetapi oleh barangay tanod (penjaga) di Barangay Tejero pada Kamis malam," katanya, menambahkan bahwa polisi akan menyelidiki klaim tersebut.

Seorang petugas polisi memeriksa pengendara di pos pemeriksaan karantina pada 29 Maret 2021 di Marikina, Metro Manila, Filipina.

Baca Juga: Rencana China Untuk Membuat Bendungan Super Himalaya Memicu Ketakutan di India

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah mengatakan, "Semua petugas polisi yang terbukti melanggar hukum akan dituntut dan dijatuhi hukuman (administratif) dan pidana yang sesuai."

Kematian Peñaredondo mengikuti serangkaian insiden yang melibatkan teknik kepolisian brutal.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...