Makin Kearab-Araban, Jokowi akan Ganti Nama Jalan Tol Japek Menjadi Nama Tokoh Asal Arab Ini

Minggu, 11 April 2021 | 17:57 WIB
Jokowi dan Seikh MBZ Jokowi dan Seikh MBZ

RIAU24.COM -  Pemerintah akan mengganti nama jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II Elevated atau Tol Layang Japek menjadi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). Sheikh MBZ yang memiliki nama panjang Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan putra mahkota Abu Dhabi j

Menurut rencana, acara perubahan nama tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (12/4).

Baca Juga: Anies Baswedan Dituduh Lakukan Korupsi, Begini Jawaban Novel Baswedan

Yang menjadi pertanyaan, apa jasa Seikh MBZ sehingga Presiden Jokowi bela-belain mengganti nama jalan tol Japek II menjadi Jalan tol MBZ? Untuk diketahui, pria kelahiran 11 Maret 1961 ini dikenal mesra dengan pemerintah Jokowi.

Seperti dilansir Merdeka.com, kedekatan putra ketiga dari Zayed bin Sultan Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab pertama dan penguasa Abu Dhabi, dari istri ketiganya, Sheikha Fatima bint Mubarak Al Ketbi itu terekam jelas dalam berbagai kesepakatan yang dihasilkan.

Presiden Jokowi juga menunjuk Seikh MBZ sebagai satu dari tiga tokoh besar sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota negara (IKN) pengganti Jakarta tersebut. Ketiganya adalah Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), Masayoshi Son dan Tony Blair.

Uniknya, para dewan pengarah tidak akan diberikan upah atau gaji. Mengingat, Sheikh Mohamed bin Zayed saja memiliki harta kekayaan senilai USD 1,4 triliun.

Baca Juga: Rizal Ramli Sebut Menteri Jokowi Ini Harus Ikut Tanggung Jawab Soal 75 Pegawai KPK Gagal TWK

Walaupun tidak diberikan upah, Jokowi menjelaskan mereka akan mendapatkan penghargaan tertinggi. Lantaran sudah membangun sejarah baru yaitu perpindahan ibu kota.

Sebelumnya, pada kunjungan Pangeran Sheikh MBZ ke Indonesia akhir Juli 2020 lalu, tak hanya menghasilkan kesepakatan bisnis. Dalam pertemuan itu, Sheikh Mohamed berjanji akan menghadiahi Jokowi sebuah masjid untuk dibangun di kampung halaman Jokowi di Solo.

Masjid tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 3 hektare. Lahan yang digunakan merupakan bekas SPBU Gilingan atau bekas depo milik Pertamina Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Banjarsari. Adapun target pembangunan fisiknya diperkirakan rampung dalam waktu 1,5 tahun.***

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...