Lama Bertikai, Pangeran Arab Saudi Ingin Berdamai dengan Iran, Begini Respon Kemenlu Iran

Jumat, 30 April 2021 | 04:36 WIB
Pangeran Mohammad bin Salman. Foto/Al Arabiya Pangeran Mohammad bin Salman. Foto/Al Arabiya

RIAU24.COM -  Hubungan antara Arab Saudi dengan Iran selama ini diketahui sangat tidak baik. Kedua negara sering terlibat konfrontasi di sejumlah kawasan di Timur-Tengah. Belakangan ada sinyal positif yang disampaikan Pangeran Mohammad bin Salman untuk rezim Iran.

Dalam sebuah wawancara, Pangeran Mohammad bin Salman mengisyaratkan ingin berdamai dengan Iran. Kedua negara di Timur Tengah itu telah lama bermusuhan.

Baca Juga: Percaya Mitos, Para Penderita COVID-19 di India Yakin Akan Sembuh dan Mendapat Oksigen yang Maksimal Jika Tidur di Bawah Pohon Ini

"Pada akhirnya, Iran adalah negara tetangga. Yang kita minta adalah memiliki hubungan yang baik dan terhormat dengan Iran," kata Putra Mahkota Arab Saudi.

"Kami tidak ingin situasinya dengan Iran menjadi sulit. Sebaliknya, kita ingin menjadi makmur dan tumbuh karena kita memiliki minat Saudi di Iran, dan mereka memiliki kepentingan Iran di Arab Saudi, yang mendorong kemakmuran dan pertumbuhan di wilayah tersebut dan seluruh dunia," imbuhnya. 

Pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi , Pangeran Mohammad Bin Salman ini mendapat samhutan positif dari Iran. Pemerintah Iran menggambarkan pernyataan itu sebagai "perubahan nada."

"Dengan pandangan yang konstruktif dan pendekatan berbasis dialog, Iran dan Arab Saudi, sebagai dua negara penting di wilayah tersebut dan dunia Islam, dapat memasuki babatan interaksi dan kerja sama baru untuk mencapai perdamaian, stabilitas dan pengembangan regional dengan mengatasi perbedaan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (30/4/2021).

Baca Juga: Tragis, Wanita Ini Dibiarkan Meninggal Di Jalan Setapak, Setelah Rumah Sakit Menolak Memberikan Bantuan

Meski menyampaikan niatnya untuk memperbaiki hubungan dengan Iran, Putra Mahkota Arab Saudi juga mengkritik "perilaku negatif" Iran, merujuk pada program nuklirnya, mendukung milisi di negara-negara regional dan program rudal balistik. 

"Kami bekerja sekarang dengan mitra kami di wilayah ini dan dunia untuk menemukan solusi untuk masalah ini. Kami benar-benar berharap kami akan mengatasinya dan membangun hubungan yang baik dan positif dengan Iran yang akan menguntungkan semua pihak," ujarnya.

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...