Nasib Tragis Paramedis Gay Yang Tewas Dibakar Hidup-hidup Oleh Kelompok Homophobia

Senin, 03 Mei 2021 | 10:43 WIB
Normunds Kindzulis, 29, paramedis gay yang dibakar hidup-hidup Normunds Kindzulis, 29, paramedis gay yang dibakar hidup-hidup

RIAU24.COM -  Nasib tragis dialami seorang paramedis gay di Latvia. Pria bernama Normunds Kindzulis, 29, meninggal setelah dia disiram dengan bahan bakar dan dibakar dalam serangan pembakaran di rumahnya.

Korban secara tragis tidak dapat bertahan dari luka bakar 85 persen di sekujur tubuhnya. Pria gay lain, yang merupakan pasangan korban, juga dibakar dalam kobaran api saat ia bergegas untuk menolong Normunds.

Baca Juga: Begini Cara Kerja Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Maha Hebat Milik Israel, Tapi Bisa Ditembus Roket Hamas

Normunds dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan luka bakar di Ibu Kota Latvia, Riga, setelah serangan mengerikan pada 23 April. Tetapi European Pride Organisers Association (EPOA) mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa Normunds telah meninggal dengan tragis.

"Normunds Kindzulis, korban serangan pembakaran homofobia di Latvia minggu lalu, telah menyerah pada luka-lukanya," tulis EPOA di Twitter.

"Belasungkawa kami yang terdalam untuk pasangan dan keluarganya, dan untuk semua komunitas kami di Latvia," paparnya.

Para aktivis, seperti dikutip Sindonews Star Online, mendesak polisi untuk memperlakukan insiden itu sebagai kejahatan rasial homofobia.

Baca Juga: Semakin Mengerikan, India Kembali Pecahkan Rekor Kematian Tertinggi Akibat COVID-19 Dalam 1 Hari

Polisi setempat awalnya menolak untuk membuka penyelidikan. Menurut laporan Euractiv, polisi awalnya tidak mengesampingkan dugaan bahwa korban bunuh diri. Namun, investigasi sekarang telah diluncurkan terhadap kematian paramedis gay tersebut.

Menanggapi insiden tersebut, presiden Latvia Egils Levits men-tweet; “Tidak ada tempat untuk kebencian di Latvia”. 

Kritikus menunjukkan negara Uni Eropa itu baru-baru ini mengeluarkan undang-undang yang mendefinisikan keluarga secara eksklusif sebagai "persatuan pria dan wanita". 

Perdana Menteri Krišjānis Kariņš mengatakan "kejahatan keji" harus diselidiki secara menyeluruh.**

PenulisR24/saut


Loading...
Loading...