Selundupkan Narkoba dalam Buah Delima, Arab Saudi Muak dengan Lebanon, Hentikan Semua Produk Impor

Senin, 03 Mei 2021 | 11:15 WIB
google google

RIAU24.COM -  Arab Saudi memutuskan untuk melarang produk Lebanon masuk ke negaranya sebagai peringatan kuat terhadap meningkatnya jumlah penyelundupan narkoba dan pelanggaran hukum di Lebanon.

Larangan yang mulai berlaku sejak 25 April itu datang dua hari setelah otoritas bea cukai Arab Saudi menyita 5,3 amfetamin yang disembunyikan lewat pengiriman buah delima yang datang dari Lebanon.
Baca Juga: Percaya Mitos, Para Penderita COVID-19 di India Yakin Akan Sembuh dan Mendapat Oksigen yang Maksimal Jika Tidur di Bawah Pohon Ini


Langkah yang diambil Arab Saudi tentu memperkeruh hubungan antar dua negara. Lebanon melakukan penyelidikan dan mengungkapkan bahwa pengiriman tersebut berasal dari Suriah alih-alih negaranya.

Bukan penyelundupan pertama, menurut duta besar Arab Saudi, Waleed Bukhari, lebih dari 57,1 juta pil obat disita dalam pengiriman buah dan sayuran dari Lebanon ke pelabuhan Jeddah sejak 2020.

Peringatan Waleed Bukhari akan keamanan kerajaan mengungkapkan betapa muaknya Riyadh akan peningkatan pelanggaran hukum di Lebanon.

Baca Juga: Tragis, Wanita Ini Dibiarkan Meninggal Di Jalan Setapak, Setelah Rumah Sakit Menolak Memberikan Bantuan
"Penyelundupan narkoba sudah berlangsung bertahun-tahun, jadi apa bedanya?" ujar Riad Tabbarah, mantan duta besar Lebanon di Washington kepada UPI.

"Saya pikir larangan ini adalah pesan kepada Hizbullah bahwa permainan telah berakhir dan Saudi tidak akan lunak lagi. Ini juga terkait dengan negosiasi (Saudi-Iran)," imbuhnya.

Meskipun tidak ada kelompok yang dituduh berada di belakang pengiriman amfetamin, kecurigaan muncul atas peran Hizbullah yang kuat, yang mengontrol daerah-daerah di perbatasan timur Lebanon dengan Suriah, dan terkait dengan kasus narkoba baru-baru ini di Timur Tengah dan Eropa.

Namun, Hizbullah berulang kali membantah terlibat dengan obat-obatan terlarang. Kelompok ini adalah organisasi Politik dan Paramiliter dari kelompok Syiah didirikan pada tahun 1982 yang berbasis di Lebanon.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...