Sampahnya Berserak di Lautan, Coca Cola Bertanggung Jawab

Sabtu, 05 Juni 2021 | 23:35 WIB
google google

RIAU24.COM - Coca Cola Company bergabung dengan The Ocean Cleanup untuk mempercepat penerapan sistem pembersihan polusi plastik yang memasuki lautan dunia.

Seperti yang dikutip dari Maritime Executive, The Ocean Cleanup, bersama dengan Coca-Cola, akan menerapkan teknologi yayasan yang dikenal sebagai Inceptor di lima belas sungai pada akhir tahun 2022.
Baca Juga: Survei Menunjukkan : 57 Persen Karyawan di Negara Ini Merasa Diperbudak Dengan Sistem Bekerja Dari Rumah

 
Dua Interceptors sudah mulai dipasang di Santo Domingo, Republik Dominika, dan Can Tho, Vietnam. 

Untuk sungai-sungai tersebut, kemitraan akan membantu memberikan dukungan dalam pengembangan solusi pengelolaan sampah yang sudah dikumpulkan.

Organisasi berencana untuk memperluas jejak proyek Inceptor di tiga belas sungai tambahan dalam 18 bulan ke depan. 
Baca Juga: Mumbai Telah Mengalami Insiden 3 Bangunan Runtuh, Mengapa Kecelakaan Seperti Itu Menjadi Biasa? 
Selain itu, mereka juga berharap dapat melibatkan dan memobilisasi industri dan individu di seluruh dunia untuk mengatasi polusi plastik, dengan menghilangkan sampah plastik yang masuk ke lautan dunia dan mendukung ekosistem dan sumber daya air.

“Misi The Ocean Cleanup adalah membersihkan lautan dari plastik. Dengan 1000 sungai mengeluarkan hampir 80 persen plastik yang terbawa sungai ke lautan, masalah besar ini tumbuh dari hari ke hari, itulah sebabnya kami selalu mencari untuk mempercepat kemajuan kami," kata Boyan Slat, Pendiri dan CEO The Ocean Cleanup.

"Di antara limbah yang kami kumpulkan dengan sistem pembersihan kami, kami menemukan banyak botol plastik, termasuk kemasan Coca-Cola, jadi saya memuji mereka karena menjadi yang pertama di industri yang bergabung dengan misi kami, sebagai bagian dari tindakan mereka yang lebih luas untuk memberikan dampak positif pada polusi plastik di seluruh dunia," imbuhnya.
 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...