Apa Sebenarnya Virus H10N3, Apakah Bisa Memicu Pandemi Lagi?

Senin, 07 Juni 2021 | 13:09 WIB
Foto : Mstar Foto : Mstar

RIAU24.COM -  SELAMA seluruh dunia masih berjuang untuk memberantas penyebaran Covid-19, China telah mengumumkan kemunculan virus flu burung H10N3 yang telah menginfeksi seorang pria berusia 41 tahun di negara tersebut.

Virus yang terdeteksi awal Juni lalu diyakini menular dari unggas ke manusia namun tidak berpotensi menimbulkan pandemi seperti Covid-19.

H10N3 adalah virus flu burung tipe A yang menginfeksi saluran pernapasan dan pencernaan burung. Virus tersebut diketahui telah menginfeksi 100 spesies burung liar di seluruh dunia.

Baca Juga: Survei Menunjukkan : 57 Persen Karyawan di Negara Ini Merasa Diperbudak Dengan Sistem Bekerja Dari Rumah



Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), virus biasanya tidak menginfeksi manusia tetapi manusia yang terpapar air liur, lendir, dan kotoran dapat terinfeksi.

Gejala infeksi virus ini antara lain demam, batuk, sembelit dan nyeri sendi. Selain itu, seseorang akan merasakan mual, sakit perut, diare dan kesulitan bernafas.

Sementara menurut pakar kesehatan dari University of Kansas, virus tidak bisa menular antar manusia. Hal ini karena penyebarannya antar spesies burung dengan reseptor yang berbeda dengan virus influenza mamalia lainnya.

Untuk memungkinkan virus menyebar antar manusia, virus perlu beradaptasi dan sejauh ini belum terjadi pada virus yang melibatkan unggas.

Baca Juga: Mumbai Telah Mengalami Insiden 3 Bangunan Runtuh, Mengapa Kecelakaan Seperti Itu Menjadi Biasa?

Menurut laporan Reuters, ada berbagai jenis virus flu burung di China dan beberapa di antaranya menginfeksi manusia.

Biasanya virus tersebut menginfeksi manusia yang kontak langsung dengan unggas seperti pekerja peternakan dan sebagainya.

Tidak ada bukti bahwa H10N3 dapat menyebar ke manusia dengan mudah dan studi dan analisis data genetik virus perlu dilakukan untuk mengetahui apakah virus itu pernah ada atau merupakan varian baru dari virus yang berbeda.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...