Taliban Bantah Bertanggung Jawab Tewasnya Wartawan India Saat Liput Bentrokan Dengan Tentara Afganistan

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:46 WIB
Taliban Bantah Bertanggung Jawab Tewasnya Wartawan India Saat Liput Bentrokan Dengan Tentara Afganistan (foto/int) Taliban Bantah Bertanggung Jawab Tewasnya Wartawan India Saat Liput Bentrokan Dengan Tentara Afganistan (foto/int)

RIAU24.COM - Pihak Taliban menolak bertanggung jawab atas tewasnya Jurnalis Reuters Danish Siddiqui. Danish yang berasal dari India adalah peraih penghargaan Pulitzer Danish Siddiqui.

Dilansir dari Okezone, Danish tewas ketika meliput medan bentrokan antara Taliban dengan Tentara Afghanistan. Meski begitu Taliban mengucapkan 'maaf' atas kematian Danish selama bentrokan dengan pasukan Afghanistan

Siddiqui terkena tembakan saat melaporkan upaya Pasukan Khusus Afghanistan untuk merebut kembali penyeberangan perbatasan utama dengan Pakistan. Tetapi juru bicara (jubir) Taliban Zabiullah Mujahid menyebut kepada stasiun televisi India CNN-News18 bahwa kelompok itu tidak tahu bagaimana Siddiqui tewas.

Baca Juga: Kelelahan Usai Melahirkan Sembilan Bayi, Wanita Ini Terpaksa Rawat Inap di Rumah Sakit Hingga Berbulan-Bulan

"Kami tidak mengetahui siapa yang menembak sehingga wartawan itu tewas," katanya seperti dikutip dar Independent, Sabtu (17/7/2021).

Taliban menyerahkan jenazah Siddiqui yang memenangkan Hadiah Pulitzer pada 2018 itu ke Komite Internasional Palang Merah pada Jumat malam.

Baca Juga: Inilah Video Transformasi Paling Epik di TikTok, Seorang Nenek Berubah Menjadi Wanita Muda yang Cantik

"Kami turut berduka cita atas kematian jurnalis India Danish Siddiqui. Kami menyesal bahwa jurnalis memasuki zona perang tanpa (memberi tahu) kami. Setiap jurnalis yang memasuki zona perang harus memberi tahu kami. Kami akan merawat individu itu dengan baik," sebut juru bicara Taliban itu.

Tetapi menurut seorang komandan Afghanistan yang dikutip oleh Reuters, Siddiqui telah berbicara dengan penjaga toko di area pasar Spin Boldak ketika Taliban menyerang. Menteri Luar Negeri India Harsh Vardhan Shringla mengutuk pembunuhan itu.

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...