Program Baitulmaal Muamalat Dengan Distribusi Kurban Kaleng, Solusi Ibadah Kurban di Masa Pandemi

Rabu, 21 Juli 2021 | 20:33 WIB
Program Baitulmaal Muamalat Dengan Distribusi Kurban Kaleng, Solusi Ibadah Kurban di Masa Pandemi (foto/ist) Program Baitulmaal Muamalat Dengan Distribusi Kurban Kaleng, Solusi Ibadah Kurban di Masa Pandemi (foto/ist)

RIAU24.COM - JAKARTA– Penyelenggaran hari raya Idul Adha 1442 Hijriah hampir sama seperti tahun 2020. Sebab masih berada di tengah situasi pandemi Covid-19.

Adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang diberlakukan pemerintah membuat aktivitas ibadah kurban masyarakat turut dibatasi. Maka Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) mengadakan program kurban Prioritas dengan distribusi hewan kurban dalam bentuk rendang kaleng atau #SmartkurbanKaleng.

Mekanisme pendistribusian hewan kurban semacam ini sangat tepat dilakukan, terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini dimana begitu banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi, bahkan hingga ke wilayah terluar di Indonesia. 

Baca Juga: Kader Bela Istri AHY yang Viral Karena Ayat Al Quran, Dede Budhyarto: Kerjaan Sampingan

Melalui #SmartkurbanKaleng, daging hewan kurban diolah dalam bentuk rendang, dikemas ke dalam kaleng dengan proses standardisasi tinggi agar aman dan terjamin kualitasnya untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi pengemasan dan cara konsumsi tentunya hal ini dinilai jauh lebih praktis karena daging bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu diolah lagi bagi yang menerimanya dan juga lebih tahan lama, bahkan bisa disimpan hingga 2 tahun dalam kondisi segel tertutup. 

Sebelum melalui proses penyembelihan dan pengalengan, hewan kurban tentunya dirawat dan dipilih melalui quality control yang baik. Hewan kurban yang dipilih juga dipastikan sudah sesuai dengan ketentuan syariah Islam. Proses penyembelihan pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Ribuan Warga Indonesia Meninggal Saat Jalani Isolasi Mandiri, Budi Gunadi Sadikin : Covid-19 Bukan Sakit Aib

Secara keseluruhan, proses pengemasan rendang kaleng BMM yang dilakukan oleh mitra kami telah melalui standar dan sertifikasi halal MUI, BPOM RI, GDP, GMP, ISO 9001:2015 dan HACCP. 

 

Novi Wardi, Direktur Eksekutif BMM, mengungkapkan, “Adanya program ini bisa menjadi solusi terbaik di masa pandemi seperti saat ini, BMM membantu para mudhohi (pekurban) yang ingin menunaikan ibadah kurbannya namun tetap aman karena prosesnya diserahkan langsung kepada kami sehingga mereka bisa tetap #DiRumahSaja dan terhindar dari paparan covid-19. Selain itu, pendistribusian daging kurban pun bisa tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan.”

 

BMM akan mendistribusikan daging kurban kaleng tersebut ke daerah terluar, miskin, dan terdampak bencana yang ada di Indonesia. Tercatat lebih dari 10.000 daging kurban kaleng telah dikemas dan siap didistribusikan yang merupakan amanah dari para mudhohi, baik yang berasal dari perorangan maupun korporasi dan komunitas lainnya.

 

Salah satu korporasi yang juga berkontribusi pada kegiatan kurban BMM tahun ini yaitu Bank Muamalat. Jajaran direksi dan juga karyawan dari Bank Muamalat turut berpartisipasi dengan berkurban melalui BMM. Tercatat sekitar 1,900 daging rendang kaleng dari para mudhohi Bank Muamalat telah siap untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia. (Rilis)

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...