Terbuang dari Indonesia dan Akan Kejutkan Dunia Jika Mampu Robohkan Menara Denmark Pria Ini Jadi Viral

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:36 WIB
Foto : Indosport Foto : Indosport

RIAU24.COM -  Kini, dunia bulu tangkis Azerbaijan mulai menunjukkan sinarnya di Olimpiade Tokyo 2020, lewat tangan seorang pria asal Indonesia bernama Ade Resky Dwicahyo dari Indonesia.

Lewar permainan menyerangnya yang memukau, Ade Resky Dwicahyo berhasil membungkam lawannya dari Vietnam, Nguyen Tien Minh, di tunggal putra Grup L Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Senin (27/7/2021).

Tak main-main, pemain berusia 23 tahun itu memperlihatkan penampilan gemerlap seperi yang dimiliki idolanya dari Malaysia, Lee Chong Wei. Ia tampil dengan semua pukulan smes dan perburuan agresif di net.

Dengan dua set sekaligus, Ade Resky mempertahankan segalanya untuk tampil sebagai pemenang dengan skor 21-14 21-18.

Baca Juga: Ketika Tubuh Atletis Christiano Ronaldo Dibandingkan Dengan Wayne Rooney, Netizen : Bang Dodo Ditakdirkan Sehat Untuk Nafkahi Anak-Anak Palestina



"Saya merasa baik, karena bisa memainkan apa yang saya inginkan. Gim kedua sangat ketat, dan pada poin 18-an, saya sedikit gugup karena ini adalah Olimpiade pertama saya. Tapi saya bisa menyelesaikan pertandingan,” ungkang Ade Resky, sebagaimana dikutip Riau24.com dari SuperBall.id.

Kemenangan tersebut merupakan penghargaan yang diperoleh Ade Resky dengan susah-payah sebagai atlet untuk bisa tampil di Olimpiade.

Pasalnya, dia takkan pernah bisa tampil di Olimpiade jika tetap bertahan di Indonesia.

Ade Resky pindah ke Azerbaijan empat tahun lalu karena tak bisa menembus tim bulu tangkis senior Indonesia.

Setelah memainkan dua Kejuaraan Dunia Junior untuk Indonesia, dan karier seniornya terhenti, dia berangkat ke Azerbaijan.

Pilihan itu diambil Ade Resky karena ada yang menawarinya kesempatan untuk terus bermain sambil mengejar pendidikan di universitas.

"Azerbaijan bagus untuk saya, karena mereka meminta saya bermain. Banyak teman saya pergi ke negara lain, sebagai sparring partner atau pelatih, tapi saya ingin terus bermain karena masih muda dan bisa berkembang,” kisah Ade Resky.

Dia melanjutkan, "Kami memiliki banyak pemain di Indonesia, dan saya tak pernah bisa menjadi no 1 di antara junior, jadi saya tidak bisa masuk ke tim senior. Salah satu pelatih saya bertanya apakah saya ingin pergi ke negara lain untuk bermain. Saya menerima dan sekarang saya di Azerbaijan."

Bukan main senangnya Ade Resky bisa menjadi seorang Olimpian, karena itulah impian semua atlet di dunia ini.

Dia selevel dengan Jonatan Christie yang berusia 23 tahun dan Anthony Ginting yang lebih tua setahun.

Baca Juga: Aksi Putra David Beckham di Lapangan Buat Pelatih Inter Miami Terperangah: Ada Banyak Tekanan dan Harapan di Pundaknya


Jonatan Christie dan Anthony Ginting menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dan masih masih berjuang untuk lolos ke fase berikutnya.

Ade Resky memiliki kesempatan untuk membuat dampak yang lebih besar ketika menghadapi Anders Antonsen.

Antonsen adalah salah satu favorit peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

Di ajang ini, raksasa Denmark berusia 24 tahun itu adalah unggulan ketiga setelah Kento Momota dan Chou Tien-chen.

Di peringkat dunia BWF, pebulu tangkis bertinggi badan 183 cm itu juga berada di urutan ketiga setelah Momota dan Viktor Axelsen.

Sedangkan Ade Resky berada di peringkat 80 dunia, jadi bagaikan Daud yang melawan Goliath.

Ade Resky sadar siapa yang dihadapinya, tapi berjanji untuk mengeluarkan semua senjatanya.

Pertandingan penentuan itu akan digelar hari ini, Rabu (28/7/2021) pukul 18.00 WIB.

Laga ini menjadi partai hidup-mati bagi Ade Resky, bisa atau tidak melangkah ke babak selanjutnya.

Namun, dia akan mencatatan dirinya dalam sejarah bulu tangkis dan mengejutkan dunia jika mampu merobohkan raksasa Denmark itu. 

Ade Resky menjadi satu-satunya atlet Azerbaijan yang tampil di cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo ini.

Secara total, Azerbaijan mengirimkan 28 atlet.




PenulisR24/dev


Loading...
Loading...