40 Pelaku Usaha IKM Bengkalis Ikuti Pelatihan

Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:37 WIB
Pelatihan IKM Pelatihan IKM

RIAU24.COM - BENGKALIS - Sekitar 40 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) makanan di Kabupaten Bengkalis mengikuti kegiatan pelatihan teknis memproduksi baik sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP).

Pelatihan produk makanan, berdasarkan GMP ini dilaksanakan 2-8 Agustus 2021 di salah satu hotel di Bengkalis. Resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Assisten I Setda Bengkalis H. Ismail, Senin (2/8) kemarin.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Kadis Perindag) Bengkalis H. Indra Gunawan melalui Kepala Bidang Perindustrian, Suhaimi.

Baca Juga: Dua Belas Orang Pelanggar Prokes Di 'Push Up' Karena Tidak Mematuhi Prokes

Suhaimi menjelaskan, saat ini ada sekitar kurang lebih 4.000 pelaku usaha IKM yang berada di Kabupaten Bengkalis. Tumbuh kembangnya IKM tidak terlepas dari kemampuan para pelaku usaha untuk mampu menciptakan kreasi dan inovasi produk baru, kualitas produk yang baik, manajemen dan strategi pemasaran sehingga mampu menarik minat konsumen untuk membeli dan menggunakan produk-produk yang yang telah dihasilkan.

GMP merupakan suatu pedoman bagi industri terutama industri yang terkait dengan pangan, kosmetik dan farmasi untuk meningkatkan mutu hasil produksinya terkait dengan keamanan dan keselamatan konsumen yang mengkonsumsi atau menggunakannya.

Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari, Konferkab PWI Bengkalis ke -5 Sesuai Kesepakatan Digelar di Bengkalis

"Diharapkan para pelaku usaha IKM dapat lebih bekerja keras dan kreatif dalam meningkatkan daya saing produk, antara lain peningkatan mutu produk, desain produk serta melakukan sertifisasi bagi produk-produk yang dihasilkan,"ungkap Suhaimi didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Nurrahmi, Rabu 4 Agustus 2021.

Nurrahmi menambahkan, penerapan cara memproduksi yang baik atau GMP pada sebuah usaha memiliki banyak keuntungan diantaranya, meningkatkan kepercayaan pelanggan, meningkatkan imej dan kompetensi perusahaan organisasi, meningkatkan kesempatan perusahaan/organisasi untuk memasuki pasar global melalui produk/kemasan yang bebas bahan beracun (kimia, fisika dan biologi)

"Wawasan dan pengetahuan terhadap produk. Berpartisipasi dalam program keamanan pangan serta menjadi pendukung dari penerapan sistem manajemen mutu," pungkasnya.

 

PenulisR24/hari


Loading...
Loading...