Mobil Dan Bangunan Rusak Setelah Gempa Berkekuatan 7,0 Magnitudo Menghantam Meksiko

Jumat, 10 September 2021 | 11:05 WIB
Foto : IndiaTimes.com Foto : IndiaTimes.com

RIAU24.COM - Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter terjadi pada Selasa malam di Meksiko tenggara menurut Layanan Seismologi Nasional. Pusat gempa ini terletak 11 km tenggara Acapulco. Sejauh ini, tiga gempa susulan telah tercatat, yang terkuat adalah magnitudo 5. 

Seorang pria kehilangan nyawanya setelah sebuah tiang menimpa dirinya, Gubernur negara bagian Guerrero Hector Astudillo mengatakan kepada televisi lokal. Beberapa kerusakan properti akibat gempa.

Sebelum kematian pertama dilaporkan, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan melalui Twitter bahwa pihak berwenang di empat negara bagian yang paling merasakan gempa mengatakan kepadanya bahwa tidak ada korban atau kerusakan serius di luar beberapa tembok yang runtuh dan bebatuan yang jatuh.

Baca Juga: Pasukan Prancis Membunuh Pemimpin ISIS di Sahara, Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Pekerja Bantuan Prancis

Pusat merevisi besarnya gempa menjadi 7,1, yang awalnya diperkirakan 6,9. Pusat Amerika, yang awalnya memperingatkan risiko tsunami di Samudra Pasifik, beberapa menit kemudian menetapkan bahwa tidak ada gelombang pasang yang harus ditakuti.

Gubernur negara bagian Guerrero Hector Asutudillo telah mengindikasikan bahwa pada tahap ini tidak ada korban atau kerusakan yang signifikan.

Baca Juga: Lewat Pesan di Facebook, Seorang Ibu Bersatu Kembali Dengan Putrinya yang Diculik 14 Tahun yang Lalu

Walikota Mexico City Claudia Sheinbaum mengatakan, "Ada tiga jalan layang dan tidak ada kerusakan yang ditemukan. Saya baru saja berbicara dengan presiden dan memberinya informasi ini. Kami tahu bahwa ada banyak tempat tanpa listrik, saya meminta semua orang untuk sangat tenang, " dia berkata.

Guncangan itu berlangsung kurang dari satu menit dan terasa kuat di seluruh ibu kota. Orang-orang berkumpul di jalan-jalan setelah gempa. "Kami baru saja check in ke hotel, jadi kami membawa semua barang kami," Jessica Arias, seorang turis, mengatakan kepada Reuters. "Mereka memberi tahu kami bahwa masih belum aman untuk masuk," tambahnya.

PenulisR24/dev


Loading...
Loading...