Buktikan Kekejaman Taliban, 2 Jurnalis Pamer Bekas Cambukan Kabel Listrik di Punggung

Sabtu, 11 September 2021 | 00:04 WIB
Sumber foto: BBC Sumber foto: BBC

RIAU24.COM - Wartawan surat kabar Etilaatroz mengaku disiksa, dipukul, ditahan, dan dicambuk oleh Taliban saat meliput protes di Afghanistan, dikutip dari BBC, Kamis (9/9).

Foto tubuh dua jurnalis itu tampak beredar luas di media sosial, punggung mereka memar bekas cambukan.
Baca Juga: Tragis, 10 Orang Tewas dan 5 Lainnya Hilang Saat Kapal Feri yang Membawa Siswa Terbalik Akibat Cuaca Buruk


Taqi Daryabi, salah seorang jurnalis, mengatakan bahwa dia dibawa ke kantor polisi lalu ditendang dan dipukuli.

Daryabi meliput protes bersama seorang fotografer, Nematullah Naqdi, di Kabul Rabu lalu saat Taliban menyeretnya ke kantor polisi distrik.

Keduanya mengaku dipukul dengan tongkat dan dicambuk dengan kabel listrik. Namun beberapa jam kemudian, keduanya dibebaskan oleh Taliban tanpa penjelasan apapun.
Baca Juga: Temukan Boneka Menyeramkan yang Tersegel di Dinding dan Diduga Telah Membunuh Pemilik Sebelumnya, Wanita Ini Ketakutan

"Mereka membawa saya ke ruangan lain dan memborgol tangan saya di belakang saya. Saya memutuskan untuk tidak membela diri karena saya pikir mereka hanya akan memukuli saya lebih buruk lagi, jadi saya berbaring di lantai dengan posisi melindungi bagian depan tubuh saya," kata Daryabi pada BBC.

"Delapan dari mereka datang dan mereka mulai memukuli saya menggunakan tongkat, tongkat polisi, karet, apa pun yang mereka miliki di tangan mereka. Bekas luka di wajah saya berasal dari sepatu tempat mereka menendang wajah saya."
 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...