Jadi Buronan 20 Tahun, Penculik dan Pembunuh di China Ini Dihukum Mati dan Hartanya Disita Negara

Minggu, 12 September 2021 | 20:04 WIB
Jadi Buronan 20 Tahun, Penculik dan Pembunuh di China Ini Dihukum Mati dan Hartanya Disita Negara (foto/int) Jadi Buronan 20 Tahun, Penculik dan Pembunuh di China Ini Dihukum Mati dan Hartanya Disita Negara (foto/int)

RIAU24.COM - Pengadilan di China memvonis hukuman mati terhadap seorang pelaku pembunuhan. Perempuan LaonRongzhi sempat buron selama 20 tahun dan akhirnya tertangkap lalu disidang oleh Pengadilan Tinggi Jiangxi, China.

Dilansir dar Okezone, pihak pengadilan tingkat banding itu juga memvonis Lao Rongzhi  dengan mencabut hak politik serta seluruh harta kekayaannya untuk disita.

Lao kemudian ajukan banding atas putusan tersebut sebagaimana diberitakan sejumlah media di China, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: Pasukan Prancis Membunuh Pemimpin ISIS di Sahara, Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Pekerja Bantuan Prancis

Pengadilan menyebut Lao terbukti bersalah melakukan serangkaian perbuatan pembunuhan berencana, menculik, dan merampok selama 1996-1999. Dalam putusannya itu majelis hakim sebut Lao melakukan kejahatan bersama bekas teman prianya Fa Ziying.

Mereka mencari sasaran di tempat-tempat hiburan. Temannya itu, Fa bertindak sebagai eksekutor. Selama itu, pasangan tersebut terlibat perampokan, penculikan, dan pembunuhan di Nanchang (Provinsi Jiangxi), Wenzhou (Zhejiang), Changzhou (Jiangsu), dan Hefei (Anhui). Bahkan tujuh orang tewas akibat serangkaian kejahatan mereka.

Fa yang tertangkap pada 1999 divonis mati dan telah dieksekusi setahun kemudian. Lao kemudian buron dan menggunakan identitas palsu. Tetapi akhirnya ditangkap di Provinsi Fujian pada 28 November 2019. Dalam pelarian, Lao berkedok sebagai guru sekolah dasar di Jiangxi.

Baca Juga: Lewat Pesan di Facebook, Seorang Ibu Bersatu Kembali Dengan Putrinya yang Diculik 14 Tahun yang Lalu

Lao kemudian meminta maaf kepada keluarga korban dan memberikan uang kompensasi. Tetapi Lao tetap dijerat hukuman mati.

 

"Meskipun mengakui kesalahannya, Lao tidak bisa dihukum ringan karena kejahatannya sangat serius dan dilakukan dengan cara-cara yang sangat kejam. Dia telah menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, berdampak besar kepada masyarakat luas, dan tindakan kejahatannya sangat parah," bunyi putusan majelis hakim tingkat tinggi yang berkedudukan di Nanchang, China itu.

PenulisR24/riki


Loading...
Loading...