Bersikeras Bukan Karena Sakit, Warga Korea Utara Dilarang Komentari Tubuh Kim Jong Un yang Kurus Drastis

Kamis, 23 September 2021 | 14:42 WIB
google google

RIAU24.COM -  Korea Utara melarang warganya membahas penurunan berat badan Kim Jong Un, dan mengatakan kepada orang-orang bahwa gosip adalah “tindakan reaksioner".

Mengutip RFA, pemerintah tidak ingin ada narasi jelak soal Kim Jong Un mengalami penurunan berat badan.

"Mereka menegaskan dilarang berbagi cerita tentang kesehatan pemimpin, yang mereka katakan menjadi kurus karena menumpuknya urusan nasional. Tapi kecurigaan publik bahwa dia memiliki masalah kesehatan belum mereda," tutur sumber.

Beberapa waktu lalu, Kim Jong Un memang diberitakan terlihat lebih kurus saat tampil di publik pada Juni lalu.

Baca Juga: Tragis, Anak Mirip Tikus Asal Pakistan Ini Dipaksa Mengemis di Jalanan

Itu menjadi penampilan perdananya usai lama absen dari publik. Sempat beredar kabar pula Kim Jong Un tengah sakit hingga membuatnya tak bisa hadir di publik.

Pihak berwenang pun menganggap penyebaran isu soal kesehatan Kim Jong Un sebagai pengkhianatan.

"Seiring cerita tentang masalah kesehatan yang berkaitan dengan penurunan berat badan Yang Mulia menyebar di antara penduduk, banyak unit penjaga lingkungan di sini di Chongjin membuat pernyataan resmi kepada orang-orang pada pertemuan mingguan mereka, mengatakan bahwa itu adalah 'tindakan reaksioner' untuk dibicarakan. kesehatan pemimpinnya," kata seorang penduduk.

Penurunan berat badan Kim Jong Un terjadi lantaran sang pemimpin menderita melihat krisis yang terjadi pada warganya.

Baca Juga: 43 Negara Serang China atas Tuduhan Kebiri, Penyiksaan dan Kekerasan Seksual terhadap Muslim Uyghur, Ini Balasan Beijing

Terlebih kondisi dunia diperburuk dengan masih terjadi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

"Unit pengawas lingkungan juga mengatakan penurunan berat badan secara tiba-tiba bukan karena masalah kesehatan, melainkan dia menderita dalam kesendirian demi negara dan orang-orang dalam krisis," ucap seorang sumber.

Diketahui, bulan ini Korea Utara mengaku sedang menangani krisis pangan, dan membunyikan alarm di negaranya karena sektor pertanian yang hampir mati dan berjuang untuk memberi makan dirinya sendiri.

PenulisR24/riz


Loading...
Loading...