Pakar Epidemiologi Prediksikan Jakarta Nol Kasus Kematian Corona Hingga 2 Pekan ke Depan, Ini Pemicunya

Jumat, 01 Oktober 2021 | 10:17 WIB
Ilustrasi/net Ilustrasi/net

RIAU24.COM - Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan jika satu hingga dua pekan ke depan DKI Jakarta kemungkinan besar mencatat nol kasus kematian COVID-19.

Dilansir dari Detik.com, hal ini dikarenakan cakupan vaksinasi lansia di ibu kota sudah melampaui target. Berdasarkan catatan corona.jakarta.go.id per 30 September, vaksinasi lansia di DKI Jakarta dosis pertama mencapai 91,4 persen, sementara dosis kedua sudah di angka 80 persen. Pandu mencontohkan tren kasus kematian Corona di Inggris yang memprioritaskan vaksinasi lansia.

"Yang pertama kali saya ingat Inggris itu bisa angka kematiannya zero (nol) ketika terjadi peningkatan kasus di gelombang baru, karena dia salah satu negara yang sejak awal memprioritaskan vaksinasi lansia," kata Pandu, Jumat, 1 Oktober 2021.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik dari UU ITE

"Nah, vaksinasi lansia di DKI tinggi, ini pasti akan berdampak pada penurunan kasus dan juga sumbangsih penurunan keterisian rumah sakit, kematian menurun, ini akan suatu ketika, minggu ini, minggu depan, cuma satu atau dua atau bahkan sampai zero," kata dia lagi.

Hal itu harus menjadi perhatian sejumlah wilayah di Indonesia dengan cakupan lansia yang masih rendah. Karena, strategi tersebut menjadi prioritas utama untuk mencegah kembali terjadinya kolaps fasilitas kesehatan seperti di Juli lalu.

Dia juga meminta agar jemput bola vaksinasi lansia di daerah-daerah dimasifkan. Banyak lansia di antaranya kesulitan mengakses fasilitas vaksinasi hingga tak ada pendamping.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Haters Dewi Perssik Tak Ditahan Meski Sudah Jadi Tersangka

Banyak negara yang kini kembali diserang lonjakan kasus COVID-19, Pandu meminta masyarakat tetap waspada menjaga tren penurunan kasus Corona. Termasuk upaya pemerintah mewaspadai pintu masuk Indonesia untuk mencegah varian baru Corona.

"Bahkan ini fase paling berat (untuk mempertahankan tren kasus). Ini harus diperketat pintu masuk-nya untuk kemungkinan varian baru Corona," ucapnya.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...