Begini Akhir Hayat Para Penghina Nabi Muhammad dari Dulu Sampai Era Modern

Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:50 WIB
Lars Vilks saat masih hidup. Sumber: NBC News Lars Vilks saat masih hidup. Sumber: NBC News

RIAU24.COM -  Tahukah jika kehidupan para penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berakhir dengan kondisi tragis.

Dimulai di masa Nabi Muhammad kala itu. Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih dari hadis Anas tentang kisah penghina Nabi Muhammad dikutip dari sindonews.com.

Anas berkata: Dahulu ada di antara kami seorang laki-laki dari Bani Najjar yang menyusul Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu duduk kepadanya, untuk menghafal surat al Baqarah dan Ali Imran, dan dia menulis untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia bergabung dengan orang-orang Romawi, yaitu menjadi kafir dan mulai membuat-buat kebohongan atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Bangun Tidur Terus Mimpi Tentang Pernikahan Orang Lain, Ini Artinya

Dia mengatakan: Muhammad tidak mengetahui apa-apa dari al Qur’an, sesungguhnya akulah yang menuliskan untuknya.

Namun tidaklah dia hidup, kecuali sehari atau dua hari saja, dia mati, Allah Azza wa Jalla membunuhnya. Setelah mati pun kisah penghina nabi itu belum berakhir.

Orang-orang Romawi yang berniat untuk menguburnya dibuat keheranan. Ketika mereka menggali lubang kubur, tak berapa lama bumi memuntahkannya dari dalam tanah.

Mereka mengatakan: Mungkin kawan-kawan Muhammad mengeluarkannya.

Mereka menggali lubang kubur lagi baginya dengan dalam. Namun bumi memuntahkannya lagi. Mereka lalu mengatakan: Mungkin kawan-kawan Muhammad mengeluarkannya.

Mereka membuat lubang kubur yang ketiga baginya dengan sangat dalam. Namun bumi memuntahkannya lagi. Maka mereka mengetahui bahwa perkara ini bukanlah dari para sahabat Nabi Radhiyallahu ‘anhum. Alhasil, orang-orang tersebut meninggalkannya begitu saja.

Kisah berikutnya ketika salah seorang penguasa Mongol menghendaki untuk masuk Kristen, dia mengumpulkan banyak sekali manusia. Seorang uskup Nasrani datang untuk mengkristenkan penguasa itu. Uskup itu mulai mencela Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di tempat itu ada seekor anjing yang diikat, anjing itu mulai menggonggong, dan memutuskan talinya, dan menyerang orang Nasrani tersebut. Maka orang-orang pun melindunginya dan mengeluarkan anjing itu, dan kembali mengikatnya.

Mereka mengatakan : Anjing itu menyalak kepadamu, karena engkau mencela Muhammad.

Dia mengatakan: Tidak, itu hanyalah seekor anjing seperti anjing-anjing yang lain. Ia menyalak kepadaku dan kepada orang selainku.

Kemudian mereka mengikat anjing itu lagi dan mengencangkan ikatannya. Kemudian Nashrani itu mengulangi mencela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Anjing itu menyalak lagi sampai memutuskan talinya. Kemudian menuju ke arah orang Nashrani tadi dan menggigitnya pada bagian leher sampai anjing itu membunuhnya.

Setelah peristiwa itu masuk Islamlah sebagaimana dikatakan oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalani empat puluh ribu orang Nashrani setelah peristiwa ini.

Baca Juga: Cara Membuat Tumis Ikan Asin Untuk Makan Siang Hari Ini

Di era modern, para penghina nabi juga tergolong mati dengan cara terhina.

Seperti yang dirasakan Lars Vilks, kartunis Swedia yang menggambar Nabi Muhammad. Dia tewas dengan cara tak diduga-duga. Dia tewas dalam tabrakan mobil pada Minggu, 3 Oktober 2021 dengan pengawalan petugas bersenjata lengkap.

Sebelum kematiannya deretan para kartunis penghina Nabi juga mengalami nasib tragis di akhir hayatnya. Mereka yang kini masih bertahan hidup mengaku resah di akhir hayatnya.

PenulisR24/azhar


Loading...

Terpopuler

Loading...