Wakil Menkes Taliban Sebut Krisis Pangan sebagai 'Warisan' dari Pemerintahan Sebelumnya

Selasa, 16 November 2021 | 09:14 WIB
Gambar: The New Arab Gambar: The New Arab

RIAU24.COM - Wakil menteri kesehatan Taliban mengatakan bahwa krisis pangan Afghanistan adalah "warisan" dari pemerintah sebelumnya, Senin (15/11).

Baca Juga: Satu Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka Saat Angin Kencang Menyebabkan Runtuhnya Panggung di Festival Spanyol

"Ada masalah yang sangat penting yang ditinggalkan sebagai warisan dari rezim sebelumnya, dan itu adalah kekurangan gizi," kata Wakil Menteri Kesehatan, Abdul Bari Omar, pada konferensi pers di Kabul.

Dia mengutip angka Program Pangan Dunia yang menunjukkan 3,2 juta anak-anak Afghanistan di bawah usia lima tahun akan kekurangan gizi akut pada akhir tahun.

Baca Juga: Zimbabwe Menyalahkan Pertemuan Sekte Sebagai Penyebab Kematian 80 Anak yang Terjadi Secara Mendadak

Abdul Bari Omar mengatakan pemerintahan sebelumnya tidak berbuat cukup untuk mencegah bencana.

"Selama dua puluh tahun, sektor kesehatan tetap bergantung pada bantuan asing. Tidak ada pekerjaan dasar yang dilakukan, sehingga infrastruktur kesehatan dan sumber dayanya dapat bertahan," katanya.

PBB memperingatkan bahwa sekitar 22 juta warga Afghanistan atau setengah dari populasi negara itu akan menghadapi krisis pangan di musim dingin.

Menurut PBB ini dikarenakan efek gabungan dari kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dan krisis ekonomi sejak Taliban mengambil alih kekuasaan.

"Bagaimana kami dapat menyediakan layanan jika sumber daya asing dibatasi dan organisasi internasional memotong bantuan mereka?" kata Omar.

"Bank Dunia, UE, dan USAID (badan pembangunan AS) tidak memenuhi janji yang mereka buat kepada rakyat Afghanistan," katanya.

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...