Buat Kartu Vaksin Palsu untuk Kerabatnya, Perawat di Carolina Selatan Ditangkap

Minggu, 05 Desember 2021 | 22:28 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Seorang perawat di pusat rehabilitasi Carolina Selatan didakwa oleh dewan hakim federal di Columbia atas dugaan membuat kartu vaksin COVID-19 palsu.

Baca Juga: Korban Pengeroyokan Oknum Polwan Diadukan ke Krimsus Polda Riau Terkait ITE, Polisi: Masih Didalami

Tammy McDonald (53) diduga "mengisi kartu vaksin secara pribadi" untuk orang yang dia kenal belum menerima vaksin COVID-19 pada 20 Juni dan 28 Juli.

Dia didakwa dengan dua tuduhan memproduksi kartu catatan vaksinasi COVID-19 palsu dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara untuk setiap tuduhan. 
Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Riau Gerebek Ruko 'Pemain Kakap' Gas Elpiji Subsidi, Ngaku Untung Ratusan Juta Tiap Bulan

Surat dakwaan tidak menyebutkan nama penerima kartu vaksin palsu atau pusat perawatan dan rehabilitasi tempat McDonald bekerja sebagai direktur layanan keperawatan.

McDonald juga diduga berbohong kepada agen federal, memberi tahu mereka bahwa dia tidak memiliki akses ke kartu vaksinasi COVID-19 dan dia tidak pernah menunjukkan kartu vaksin palsu atau tidak akurat.

"Meskipun dakwaan berbicara untuk dirinya sendiri, membuat kartu vaksin palsu bagi mereka yang belum divaksinasi menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat Carolina Selatan," kata Jaksa AS M. Rhett DeHart dalam rilisnya.
Departemen Kehakiman juga mengumumkan bahwa seorang pria Baltimore ditangkap dan didakwa sehubungan dengan skema untuk mendistribusikan kartu vaksin COVID-19 palsu.

Amar Salim Shabazz (23) diduga membeli lebih dari 600 kartu vaksinasi COVID-19 palsu melalui pasar online asing dan kartu-kartu itu dikirim secara ilegal ke Amerika Serikat di mana ia menjualnya secara online seharga 75 dolar per kartu.

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...