Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mencegah Seseorang Menjadi Narsistik

Rabu, 05 Januari 2022 | 15:14 WIB
ilustrasi/net ilustrasi/net

RIAU24.COM - Apa sebenarnya Gangguan Kepribadian Narsistik itu?

Baca Juga: Amerika Serikat Ancam Rusia dengan 'iPhone' Kalau Nekat Gempur Ukraina

Mereka yang mengalami kondisi ini umumnya membutuhkan validasi eksternal yang konstan, sangat mendambakan kekaguman dan validasi.
Baca Juga: Kanye West Klaim Dirinya Berhasil Gagalkan Video Seks Kim Kardashian yang Kedua Bocor ke Publik

Mereka selalu berusaha membuktikan bahwa mereka lebih unggul dari yang lain. Mereka juga berpikir melalui satu sudut pandang sendiri.

Mereka sangat sensitif terhadap perasaan diremehkan atau dianiaya dengan cara apa pun, mereka merasa terhina dan merasa dikritik bahkan ketika tidak yang bermaksud demikian, dalam arti lain, mereka selalu bersikap defensif.

Ketika seorang anak mengalami banyak rasa sakit dan harga diri mereka hancur, narsisme bisa menjadi hasilnya.

Ketika seseorang tidak menerima cinta yang mereka butuhkan, mereka bisa menjadi egois dan menghabiskan sisa hidup mereka mencoba memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang tidak sehat. 

Dan tentu saja, budaya selebritas, media, dan internet kita berkontribusi pada peningkatan cara berpikir yang egois ini.

Dalam upaya mencegah seorang anak menjadi seorang narsisis, kuncinya adalah membantu mereka mencintai diri sendiri. Ini berarti menerima mereka apa adanya.

Jika seorang anak diizinkan untuk mengekspresikan diri mereka secara bebas, ini akan membantu meningkatkan harga diri mereka, memungkinkan mereka untuk memvalidasi nilai secara internal, sebagai lawan mencari validasi eksternal.

 

PenulisR24/ame


Loading...
Loading...