Kasus Lelaki Berjenggot Tendang Sesajen di Lumajang, Komentar Netizen 'Sesajen Makanan Setan' Disorot

Minggu, 09 Januari 2022 | 21:05 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  Video yang memperlihatkan aksi seorang pria berjenggot menendang dan membuang sesajen yang diletakan oleh warga Desa Sumbersari Pronojiwo, Lumajang, viral di media sosial. Video ini juga dibagikan pegiat media sosial Permadi Arya di laman Instagram resminya, @permadiaktivis2, Minggu, 9 Januari.

Dalam video berdurasi 25 detik tersebut, terlihat seorang pria yang mengenakan rompi berwana hitam seenaknya menendang sesajen milik warga sambal berujar 'Allahu Akbar'. Ada beberapa titik yang memperlihatkan si pria ini membuang sesajen yang diletakan warga.

Baca Juga: Debat Panas Soal Kepiting, Ustaz Asal Indonesia Ini Langsung Disegani Ulama Masjidil Haram

Diketahui, aksi tendang dan buang sesajen ini juga dibagikan di Twitter oleh akun @setiawan. Unggahan ini ramai dikomentari politisi, pegiat media sosial hingga Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia. Yunarto Wijaya. 

Mas Toto, sapaan akrab Yunarto menulis begini di Twitter, "Merasa jadi penguasa surga & neraka... Kebayang arogannya kalo merasa dah jd penguasa negara..." @yunartowijaya. 

 

Baca Juga: Demam dan Kejang Usai Divaksin, Siswa SD di Deli Serdang Meninggal Saat Dirawat di RS


Salah satu komentar dari netizen atas cuitan Mas Toto lantas menjadi perhatian warga di aplikasi berlambang burung biru tersebut. Pasalnya si akun menulis sesajen merupakan makanan setan. 

"Sesajen makanan setan, kalau ada yang ngambek berarti teman," tulis akun @heryc_****. 

Netizen ramai-ramai me-mention salah satu perusahan pelat merah karena menduga si akun merupakan salah satu pekerja. 

Permadi Arya alias Abu Janda dalam unggahan di Instagram meradang dan menyebutkan kalau masih banyak penganut agama Hindu hingga aliran Kejawen yang ada di lokasi erupsi Semeru. 

"Banyak penganut agama Hindu juga aliran Kejawen di daerah erupsi Semeru. warga desa Sumbersari Pronojiwo, Lumajang baru saja ritual sedekah desa / ruwatan, sesajen mereka dibuang & ditendang sambil teriak Allahu akbar," tulis Abu Janda dikutip Minggu, 9 Januari. 

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...