Ketika Kebijakan Pemerintah Pusat Dicap Fenomenal: Berani Prediksi Puncak Omicron Tapi Semua Negara Diberi Karpet Merah

Jumat, 21 Januari 2022 | 06:18 WIB
Ilustrasi. Sumber: Internet Ilustrasi. Sumber: Internet

RIAU24.COM -  Sikap pemerintah yang memprediksi puncak Omicron pada Februari dan Maret namun membuka bebas pintu masuk ke Indonesia mendapat kritikan tajam dari anggota Komisi IX DPR RI Netty Aher Prasetiyani.

Katanya, kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah mencegah penyebaran varian baru Covid-19 Omicron dikutip dari rmol.id, Kamis, 20 Januari 2022.

"Kebijakan ini sangat aneh dan menimbulkan pertanyaan. Satu sisi pemerintah memprediksi puncak Omicron tapi pada sisi lain justru pemerintah membuka pintu masuk untuk semua negara," jelasnya.

Baca Juga: Surya Paloh Dinilai Membahayakan Kandidat Capres yang Berseberangan, Kenapa?

Menyikapi hal itu, Netty meminta pemerintah untuk mendengarkan aspirasi pihak terkait.

Terutama para ilmuwan dan juga ahli dalam bidang virologi serta epidemiologi.

"Pemerintah juga harus terus mengevaluasi dan meningkatkan kebijakan penanganan Omicron ini berdasarkan masukan dan saran para ahli epidemiologi yang berbasis saintifik," jelasnya.

Baca Juga: Anthony Albanese, PM Australia Baru dari Kelompok Sayap Kiri

Tujuannya, agar dapat menentukan kebijakan terbaik dalam menekan penyebaran Omicron di Indonesia.

Harapannya, Omicron yang masuk ke Indonesia dapat tertangani dengan efektif.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...