Ketika Angka Kemiskinan Tak Berkurang Meskipun di Bawah Kekuasaan Partai Wong Cilik

Sabtu, 07 Mei 2022 | 04:10 WIB
Ilustrasi rakyat miskin. Sumber: Media Siber Ilustrasi rakyat miskin. Sumber: Media Siber

RIAU24.COM -  Pangamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mempertanyakan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang lahir dari kader partai wong cilik, PDIP.

Seharusnya, jika Ganjar betul-betul memahami doktrin PDIP yang pro terhadap rakyat kecil, setidaknya angka kemiskinan seharusnya menurun, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 7 Mei 2022.

"Kalau Ganjar memang berpihak kepada wong cilik, seharusnya tingkat kemiskinan menurun. Namun yang terjadi, angka kemiskinan di Jawa Tengah justeru menunjukkan peningkatan," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Puan Apa Lagi Airlangga Hartarto Politisi yang Mendapatkan Dukungan dari Jokowi di Pilpres 2024

Sementara itu, mengenai elektabilitas Ganjar hanya polesan dan pencitraan semu semata. Pada hal persoalan kemiskinan di Jawa Tengah tak teratasi dan justru menjadi penyumbang angka kemiskinan nasional.

Apa lagi Ganjar sudah dua periode menjadi Gubernur Jawa Tengah.

"Elektabilitas Ganjar yang tinggi dalam berbagai survei tidak sebanding dengan kinerjanya menangani kemiskinan di Jawa Tengah," ujarnya.

Baca Juga: Ini Jawaban Golkar Usai Hasto Kristyanto Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Menganggu

"Hal itu tentu menguatkan dugaan tingginya elektabilitas Ganjar bukan dari hasil kinerjanya selama menjadi gubernur dua periode," sebutnya.

Atas kondisi ini sudah sewajarnya DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP menegur keras kadernya yang tak mampu meningkatkan kesejahteraan wong cilik.

PenulisR24/azhar


Loading...

Loading...