Marak Trend Mode Barat, Korea Utara Tindak Tegas Anak Muda yang Kenakan Celana Jeans Ketat dan Cat Rambut

Selasa, 10 Mei 2022 | 11:47 WIB
ilustrasi ilustrasi

RIAU24.COM - Korea Utara menindaklanjuti tindakan kerasnya terhadap jeans ketat, cat rambut dan gaya lain yang menunjukkan "bakat kapitalis."

Baca Juga: Pernah Terjadi, Presiden AS Pergi ke Uni Soviet Berdialog di Tengah Kondisi Perang

Secara khusus, Liga Pemuda Patriotik Sosialis negara itu menargetkan wanita berusia 20-an dan 30-an.

"Patroli liga pemuda menindak orang muda yang berambut panjang sampai ke pinggang, dan mereka yang mewarnai rambutnya menjadi cokelat, serta orang-orang yang mengenakan pakaian dengan huruf asing besar dan wanita yang memakai celana ketat," kata sumber yang tak disebutkan namanya.

Baca Juga: Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama Sepanjang Sejarah

Jika ketahuan, mereka harus menunggu di pinggir jalan hingga patroli selesai menyisir kawasan tersebut. 

Kemudian, pihak berwenang akan membawa mereka ke kantor Liga Pemuda, di mana mereka harus "mengakui" kejahatan mereka dalam surat tertulis. 

Pelanggar tersebut akan dibebaskan jika seseorang membawakan mereka pakaian yang "dapat diterima" untuk dipakai.

Korea Utara melarang tindikan, skinny jeans, dan gaya rambut sejak Mei lalu dalam upaya untuk menjaga negara itu bebas dari tren mode Barat.

Itu terjadi setelah pemimpin negara itu Kim Jong Un menggambarkan pidato asing, gaya rambut, dan pakaian sebagai "racun berbahaya."

Bulan lalu, anggota organisasi pemuda yang dikelola negara mengadakan "sesi pendidikan" nasional, mendefinisikan tindakan meniru mode dan gaya rambut asing sebagai "bakat kapitalis," tambah sumber itu.

Sumber lain yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada RFA bahwa patroli menargetkan pasar yang populer di kalangan anak muda. 

"Dalam kasus yang paling parah, nama pelanggar, alamat rumah, dan tempat kerja akan diungkapkan secara publik di Third Broadcast," kata sumber tersebut, merujuk pada pengeras suara yang dikendalikan negara yang menyebarkan propaganda ke seluruh negeri.

PenulisR24/ame


Loading...

Loading...