Dua Pesawat Ruang Angkasa Jadi Saksi Letusan Suar Berdurasi Panjang Di Permukaan Matahari

Rabu, 15 Juni 2022 | 13:22 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM - Dua pesawat ruang angkasa surya menangkap suar matahari berdurasi panjang yang luar biasa dalam video yang berlangsung selama sekitar tiga jam.

Saksikan Letusan Suar <a href=Matahari Panjang Di Permukaan Matahari Dengan Detail Gila" src="https://im.indiatimes.in/content/2022/Jun/Facebook-Image-51_62a84c2395ebf.jpg?w=725&h=380&cc=1" style="height:380px; width:725px" />Y 

Baca Juga: Organisme Luar Biasa Ini Bisa Bertahan di Luar Angkasa

Dilaporkan pertama kali oleh Space.com, Solar Dynamics Observatory NASA menyaksikan insiden itu dalam berbagai panjang gelombang. Suar dikategorikan sebagai M3.4 (kelas menengah) namun cukup kuat untuk menyebabkan pemadaman radio sementara di kawasan Asia-Pasifik.

Untuk yang tidak sadar, semburan matahari dibagi dalam tiga kategori - C, M dan X dengan C menjadi yang terlemah dan X menjadi yang terkuat dan paling berdampak.

Insiden baru-baru ini juga dikaitkan dengan coronal mass ejection (CME) - awan besar plasma super panas yang menyembur keluar dari permukaan matahari dengan kecepatan ekstrem. Ini ditangkap oleh Solar Dynamics Observatory NASA serta Solar Heliospheric Observatory (penyelidikan NASA / ESA yang dikirim pada tahun 1995).

Baca Juga: Inilah Arti dan Makna Tatapan Anjing kepada Anda

Yang mengejutkan adalah kedua pesawat ruang angkasa itu ternyata saling melengkapi, meski orbitnya berbeda. Untuk yang tidak sadar, SOHO mengorbit matahari di Lagrange Point 1 - titik gravitasi yang stabil di ruang angkasa sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi ke arah Matahari.

Apa itu solar flare dan CME?

Menurut NASA, suar matahari adalah ledakan radiasi intens yang berasal dari pelepasan energi magnet yang terkait dengan bintik matahari. Ini dianggap sebagai beberapa peristiwa ledakan terbesar di tata surya kita. Ini pada dasarnya adalah semburan sinar-X raksasa dan energi yang bergerak dengan kecepatan cahaya melintasi segala arah di tata surya.

Coronal Mass Ejections atau CMEs di sisi lain, adalah awan partikel besar yang didorong keluar ke luar angkasa dari atmosfer Matahari.  Atmosfer luar matahari, yang disebut korona, terdiri dari medan magnet yang kuat. Di tempat-tempat di mana medan ini tertutup, atmosfer matahari dapat secara spontan melepaskan gelembung gas dan medan magnet, yang disebut ejeksi massa koronal.

Saksikan Letusan Suar Matahari Panjang Di Permukaan Matahari Dengan Detail Gila 

CME dapat berisi satu miliar ton materi dan dapat dibuang dengan kecepatan beberapa juta mil per jam dalam ledakan besar. Ledakan mampu menciptakan dampak pada setiap planet atau pesawat ruang angkasa di jalurnya. Mereka tiba di Bumi dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari, tetapi hanya ketika awan mengarah ke Bumi selama ledakan.

 

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...