Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia Karena Infeksi Paru-Paru, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Jumat, 01 Juli 2022 | 12:28 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo/twitter Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo/twitter

RIAU24.COM Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.

Kabar duka tersebut diumumkan oleh petinggi PDIP Junimart Girsang. Dia mengatakan Tjahjo Kumolo wafat pada hari ini, Jumat (1/7) sekitar pukul 11.10 WIB di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

Baca Juga: Viral! Netizen Bandingkan Pesulap merah dan Buya Yahya Dalam Membongkar Praktek Perdukunan

"Saya baru dapat kabar sekitar 2 menit yang lalu, [Thahjo] sudah dipanggil Tuhan. Sekitar 11.20 WIB," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari PDIP Junimart Girsang. 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo sebelum kepergiannya dikabarkan mengalami sakit infeksi paru-paru. 

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk sementara menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Menpan RB.

Di samping itu, berbicara mengenai penyakit infeksi paru-paru sendiri sering terjadi pada banyak orang. Pada beberapa orang kondisi ini bisa menjadi parah dan berbahaya tergantung dengan jenis infeksi yang dialaminya.

Penyebab Infeksi Paru-paru

Melansir laman Healthline, infeksi paru-paru yang sering menyerang yaitu bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis. Ketiga jenis tersebut disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang pari-paru.

Untuk mikroorganisme yang menyerang bronkitis di antaranya sebagai berikut.

  • Virus influenza atau virus pernapasan syncytial (RSV).
  • Bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis.

Untuk mikroorganisme penyebab pneumonia di antarannya sebagai berikut.

  • Bakteri Streptococcus pneumoniae (paling umum), Haemophilus influenzae, dan Mycoplasma pneumoniae.
  • Virus influenza atau RSV.

Baca Juga: Waspada! Pempek Ikan Busuk Dijual di Emperan Kaki Lima Jawa Barat

Selain itu, untuk infeksi paru-paru jamur lebih sering terjadi pada orang yang mengalami imunosupresi, baik dari jenis kanker tertentu atau HIV atau dari minum obat imunosupresif.

Gejala Infeksi Paru-paru

1. Batuk dengan lendir kental

Infeksi paru-paru dapat ditandai adanya batuk dengan lendir kental. Lendir itu sendiri dihasilkan karena peradangan pada saluran udara dan paru-paru. Pada beberapa kasus, lendir yang dihasilkan juga dapat mengeluarkan darah.

Lendir kental yang keluar itu sendiri biasanya memiliki warna yang berbeda seperti, jernih, putih, hijau, dan abu-abu kekuning-kuningan. 

2. Nyeri dada 

Dada yang nyeri dapat menjadi tanda seseorang mengalami infeksi paru-paru.  Biasanya muncul rasa nyeri tajam yang menusuk pada bagian dada. Hal ini juga semakin terasa terutama saat batu dan menarik napas dalam-dalam. 

3. Demam

Paru-paru yang terinfeksi dapat menyebabkan seseorang menjadi demam. Bahkan pada situasi yang buruk, suhu orang tersebut bisa mencaai 40,5 derajat celsius.

Demam tinggi itu juga diikuti dengan gejala lain seperti berkeringat, panas dingin, nyeri otot, dehidrasi, sakit kepala, dan kondisi fisik yang lemah.

4. Sakit pada bagian tubuh

Gejala seseorang mengalami infeksi paru-paru juga dapat dirasakan dengan munculnya rasa sakit pada bagian tubuh seperti otot dan punggung. Hal ini akan membuat otot-otot pada tubuh terasa nyeri dan sakit.

5. Hidung meler

Sama halnya dengan flu, salah satu gejala infeksi paru-paru yaitu hidung meler seperti sedang pilek. Biasanya, hal ini juga diikuti bersin serta rasa tidak nyaman.

6. Sesak napas

Sesak napas juga menjadi tanda adanya indikasi infeksi paru-paru. Seseorang biasanya akan merasa kesulitan untuk bernapas.

Dikutip dari Alodokter.com, Infeksi paru-paru akibat virus dapat berkembang secara lambat dan menunjukkan gejala yang sama dengan penyakit ringan seperti flu. Meskipun gejala yang muncul biasanya lebih ringan dari pada infeksi karena bakteri. 

PenulisR24/zura


Loading...

Terpopuler

Loading...