KIB Tunggu Anggota Baru, Pengamat: Panik Cari Parpol Lagi

Selasa, 02 Agustus 2022 | 09:52 WIB
Zulkfili Hasan, Ketua PAN ungkap ingin menambah anggota KIB untuk memperkokoh koalisi /pan.or.id Zulkfili Hasan, Ketua PAN ungkap ingin menambah anggota KIB untuk memperkokoh koalisi /pan.or.id

RIAU24.COM Zulkifli Hasan selaku ketua Partai Amanat Nasional (PAN) mengajak partai lain khususnya PKS dan Demokrat untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca Juga: Jokowi Utarakan Kesedihannya Pada Rakyat Indonesia, Soal Apa?

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menyampaikan akan menunggu beberapa partai lagi untuk bergabung dengan koalisi yang terdiri dari tiga partai pengusung tersebut yakni PAN, Golkar dan PPP.

"Mudah-mudahan bertambah satu partai lagi biar kokoh," kata Zulhas saat ia menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II DPW PAN Jawa Timur (Jatim) di hotel Grand Empire Palace, Jalan Embong Malang, Sabtu (30/7/2022).

Ajakan Zulhas untuk menambah partai dalam KIB dinilai pengamat sebagai kondisi untuk menambah kekuatan dari koalisi tiga partai itu.

"Nah kalau ada satu lagi, jadi penengah atau mungkin bisa jadi jalan keluar. Atau jangan-jangan KIB memang belum kuat, panik sehingga cari satu parpol lagi," kata Hendri Satrio sebagai Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, dikutip Selasa (2/8/2022).

Pria yang akrab disapa Hensat ini mengatakan, keinginan KIB untuk menambah anggota lagi adalah karena dianggap belum kuat atau memang mencari penengah. Dia menjelaskan, KIB yang dibentuk oleh Partai Golkar, PAN dan PPP sudah melampaui 20 persen presidential threshold.

Hensat menyimpulkan kondisi tersebut masih belum kuat bagi KIB karena adanya kepanikan bahwas salah satu dari tiga parpol tersebut akan keluar dari koalisi.

"Kalau kemudian sudah 20 persen masih cari lagi dan menganggap belum kuat, berarti memang tidak kuat sebetulnya. Ada kepanikan dalam KIB bahwa salah satu anggotanya akan pergi meninggalkan KIB," ujarnya.

Hensat merinci ada tiga dugaan penyebab KIB mencari anggota baru dengan unsur tergesa-gesa.

Pertama, ia mengatakan penambahan parpol dalam KIB memang untuk membuat koalisi lebih kuat. Kedua, parpol baru yang akan masuk akan menjadi cadangan bila salah satu anggota asli koalisi keluar. Ketiga, Hensat mengatakan KIB sedang mencari perekat koalisi.

“Dan ketiga yang menurut saya alasan terkuat adalah lem-nya justru ada, kerekatannya ada di partai ke-4, jadi menambah warna di KIB,” terang Hensat.

Lebih lanjut, Hensat menyebutkan ketiga anggota koalisi memiliki latar belakang sejarah dan konstituen yang berbeda. Jika elitenya bisa bersatu, belum tentu konstituennya juga begitu.

“Maka mereka butuh partai penengah agar konstituen mereka mau bahu membahu membesarkan KIB, entah itu Demokrat, PKS, mereka itu perekat dan membuat nyaman,” paparnya.

Baca Juga: Pemilu 2024, Ahmad Dhani Siap Nyaleg Karena Tak Lagi di Penjara

Lebih lagi ia memperkirakan, jika KIB memajukan Airlangga-Zulhas, lalu bagaimana dengan konstituen PPP. Jadi, menurutnya yang terpenting bagi KIB saat ini adalah mereka memajukan siapa capres dan cawapresnya.

"Yang terpenting adalah KIB menentukan siapa calon presiden mereka. Karena bagaimanapun tujuan berkoalisi adalah untuk menentukan calon presiden dan wakil, maka KIB ditunggu betul memilih sosok yang kuat," tandasnya.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...

Terpopuler

Loading...