Jantung Tertua di Dunia yang Berusia 380 Juta Tahun Ditemukan di Australia

Selasa, 20 September 2022 | 09:19 WIB
Jantung tertua di dunia ditemukan di Australia /Twitter Jantung tertua di dunia ditemukan di Australia /Twitter

RIAU24.COM - Di Australia, para ilmuwan menemukan jantung tertua di dunia pada jenis ikan berusia 380 juta tahun.

Baca Juga: Lima Orang Tewas Saat Topan Noru Melanda Filipina Utara

Para ilmuwan mengklaim bahwa penelitian yang dipimpin oleh Curtin University di Perth, mengungkapkan bagaimana tubuh manusia telah berevolusi.

Fosil ikan itu ditemukan oleh para peneliti di Formasi Gogo di daerah Kimberley, Australia Barat.

Spesimen ikan disimpan dalam beton batu kapur, dan tim studi, yang dipimpin oleh Profesor Kate Trinajstic, memindai mereka menggunakan sinar-x dan sinar neutron, menurut sebuah pernyataan dari Universitas Curtin.

Jaringan lunak di dalamnya kemudian ditangkap dalam tiga dimensi.

Untuk pertama kalinya, penelitian telah menghasilkan model 3D dari jantung berbentuk s yang rumit pada jenis ikan berahang yang telah punah yang disebut arthrodire. Studi ini dipublikasikan di jurnal Science.

Penemuan ini, menurut pemimpin peneliti Profesor Trinajstic, sangat menakjubkan.

"Sebagai ahli paleontologi yang telah mempelajari fosil selama lebih dari 20 tahun, saya benar-benar takjub menemukan jantung 3D dan terawetkan dengan indah pada leluhur berusia 380 juta tahun," ungkapnya.

Trinajstic mengatakan, penemuan ini memiliki konsekuensi penting untuk studi evolusi.

"Evolusi sering dianggap sebagai serangkaian langkah kecil, tetapi fosil kuno ini menunjukkan ada lompatan yang lebih besar antara vertebrata yang tidak berahang dan berahang," katanya.

"Ikan ini benar-benar memiliki hati di mulut dan di bawah insang mereka, seperti hiu hari ini," tambahnya.

Baca Juga: Korban Tewas Dalam Tragedi Kapal Bangladesh Meningkat Menjadi 32 Orang Sementara Puluhan Lainnya Menghilang

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa penemuan itu memberikan petunjuk penting tentang sejarah anatomi vertebrata.

"Fitur-fitur ini dikembangkan pada vertebrata awal seperti itu, menawarkan jendela unik tentang bagaimana daerah kepala dan leher mulai berubah untuk mengakomodasi rahang, tahap kritis dalam evolusi tubuh kita sendiri," bunyi pengumuman tentang temuan itu.

(***)

PenulisR24/tya


Loading...
Loading...