Mengenal Proses Hormesis dari Stres, Perlu Dihadapi agar Kuat Mental

Jumat, 02 Desember 2022 | 17:08 WIB
Mengenal Proses Hormesis dari Stres, Perlu Dihadapi agar Kuat Mental Mengenal Proses Hormesis dari Stres, Perlu Dihadapi agar Kuat Mental

RIAU24.COM - Banyak sekali peristiwa yang membuat stres. Mulai dari kemacetan jalan, pekerjaan menumpuk, hingga pekerjaan rumah yang banyak. Dalam pemahaman stres, kerap sekali salah dipahami. Karena pemahaman terhadap stres kerap disederhanakan, ikuti penjelasan lengkap mengenai proses hormesis dari stres yang dibutuhkan dalam takaran tertentu agar kuat mental dan fisik.

Hormesis adalah proses biologis yang menjelaskan mengapa stres menghasilkan efek tertentu selain stres itu sendiri. Efek hormesis juga dijelaskan pada kondisi fisik, seperti olahraga dan nutrisi. Kalau olahraga dan nutrisi didapatkan dalam takaran yang pas, akan membuat tubuh selalu sehat. Tetapi kalau kurang dan kebanyakan, maka akan berefek buruk pada tubuh.

Baca Juga: 6 Bahan Smoothie Terbaik yang Bagus Memperlambat Penuaan Pada Wajah 


Efek stres memiliki reputasi buruk, ketika stereotip mengenai kondisi tertekan dan tidak menyenangkan. Padahal hormesis perlu dipahami sebagai proses untuk menempa diri, dikenali sejak abad ke-16 oleh ilmuwan Swiss, Paracelsus. Dalam eksperimennya, dosis tertentu akan beracun. Seperti halnya yang baik-baik, termasuk minum air mineral, olahraga, nutrisi, dan makanan sehat. Pada dosis yang tepat, mereka akan menghasilkan kesehatan, tetapi kelebihan dan kekurangan bisa tak menyehatkan.

Paracelsus melakukan eksperimen dalam mengukur zat kimiawi, yang mana stres kimiawi berefek sama pada stres fisik dan emosional. Hormesis, secara teknis dilansir Psychology Today, Jumat, 2 Desember, mengacu pada pola biokimia umum di mana suatu zat menunjukkan efek yang menguntungkan pada dosis tertentu. Tetapi efek negatif pada dosis yang lebih tinggi atau lebih rendah. Dalam konteks stres, terdapat proses adaptasi biologis. Pada dosis yang tepat, stres menginduksi perubahan sel, hormon, neuron, organ, dan fungsi saraf untuk menghasilkan peningkatan keterampilan, kekuatan, kesehatan, kekebalan, atau kognisi.

Contoh hormesis, di antaranya, menjelaskan kenapa sinar matahari dapat membuat kulit Anda cokelat atau menyebabkan kanker kulit. Contoh lainnya, kelaparan bisa mematikan sementara intermiten menghasilkan banyak manfaat kesehatan. Di tambah lagi, ini juga menjelaskan kenapa pekerjaan berkontribusi pada kelelahan tetapi juga sumber makna dan penghargaan diri yang bertahan lama.


Baca Juga: The Glory Singgung Soal Buta Warna, Apakah Bisa Diturunkan Lewat Gen? 

Artinya, proses hormesis menunjukkan mengapa kita semua membutuhkan stres. Hidup bergantung padanya, karena tanpa efek dari stress, pikiran dan sistem kekebalan Anda akan layu. Bahkan relasi yang monoton juga akan basi dan membosankan.

Menurut Thomas Rutledge, Ph.D., profesor di Department of Psychiatry UC San Diego, orang yang terampil, kuat, bugar, dan makmur di dunia tidak memperoleh kemampuannya dalam semalam atau hanya karena bakat bawaan. Sebagian besar dari mereka mendapatkannya dari proses hormesis. Ini berarti, menghadapi stres dengan cara yang sistematis, secara bertahap dapat menghasilkan hasil yang luar biasa.

 

 

****

PenulisR24/dev


Loading...

Terpopuler

Loading...