Melihat Perjalanan Politik Ridwan Kamil

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sumber: Tagar. id Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sumber: Tagar. id

RIAU24.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi bergabung dengan Golkar.

Ridwan Kamil bergabung dengan Golkar Rabu, 18 Januari 2023 bertempat di Kantor DPP Partai Golkar.

Rekam jejak Ridwan Kamil di dunia politik bermula pada 2013 dikutip dari tempo.co.

Ridwan Kamil maju menjadi bakal calon Wali Kota Bandung, Jawa Barat periode 2013-2018.

Baca Juga: Cerita Kesuksesan Safari Politik Anies ke Daerah-daearah

Menurut Ridwan Kamil kala itu, dia mau menjadi wali kota untuk mengembalikan martabat Bandung hingga menjadi kota terhormat.

"Dalam 100 hari ke depan, kami akan memenangi kompetisi ini agar warga bisa hidup nyaman di Bandung yang hijau," sebutnya.

Saat itu dia mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. Selain dua partai tersebut, ia juga didukung 23 partai non-parlemen.

Saat itu juga Partai Gerindra sempat akan berkoalisi dengan Partai Golkar.

Namun, Gerindra memilih melangkah sendiri dan mengusung Ridwan Kamil.

Sedangkan Golkar mengusung MQ Iswara dalam pemilihan Wali Kota Bandung 2013. Dalam perolehan suara, Ridwan Kamil yang dipasangkan dengan Oded Muhammad Danial unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24 persen suara.

Hasil ini kemudian mendapatkan perlawanan dari enam pasangan lainnya dalam Pilkada Bandung 2013 yang kemudian membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, gugatan tersebut ditolak oleh MK. Putusan MK tersebut sekaligus mengokohkan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung terpilih untuk periode 2013-2018.

Selanjutnya, Ridwan Kamil maju ke Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum.

Ridwan Kamil kala itu diusung oleh koalisi empat partai, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura, dan Partai NasDem.

Hasilnya, unggul dengan torehan 32,88 persen suara.

Baca Juga: NasDem: Atas Dasar Kinerja Jadi Pertimbangan Jokowi Reshuffle Kabinet

Mereka unggul dengan selisih 4,14 persen dari pesaing terdekatnya, Sudrajat-Ahamd Syaikhu yang memperoleh 28,74 persen suara.

Sedangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapatkan 25,77 persen, dan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan mengantongi 12,62 persen suara.

Pada tahun 2021 lalu, Ridwan Kamil mengutarakan keinginannya untuk bergabung dengan partai politik. Hal ini berbeda saat dirinya maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018. Saat mengaku dia mengaku tidak ingin bergabung dengan partai politik manapun.

PenulisR24/azhar


Loading...
Loading...