Tak Selalu Pertanda Hamil, Berikut 9 Penyebab Telat Datang Bulan 

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:27 WIB
ilustrasi (Grid.id) ilustrasi (Grid.id)

RIAU24.COM - Telat haid tidak selalu berkaitan sebagai tanda awal kehamilan. Sebab ada juga wanita yang mengalami telat haid tetapi tak kunjung hamil.

Mengetahui penyebab telat haid ini penting terutama jika Anda masih dalam usia produktif atau belum masuk ke fase perimenopouse. Dikhawatirkan terdapat gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi.

Baca Juga: Ketimbang Jalin Kisah Cinta, 4 Zodiak Ini Lebih Mengutamakan Karir
 

Dilansir dari laman Healthline, penyebab telat haid selain hamil dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut.

1. Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan tubuh memproduksi hormon estrogen secara berlebihan. Kondisi ini memengaruhi siklus datang bulan jadi telat bahkan tidak terjadi sama sekali.

Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan status obesitas yang akurat, sekaligus mendapat pendampingan pola diet agar lebih tepat.

2. Berat badan di bawah normal

Berat badan di bawah normal bisa terjadi akibat pola diet yang salah, menderita gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia.

Ketika berat badan kurang, lemak dalam tubuh jadi sedikit dan bisa menghentikan ovulasi sehingga haid datang terlambat.

3. Stres berlebihan

Stres berlebihan sangat memengaruhi cara kerja bagian otak yang bertanggung jawab mengatur hormon menstruasi yaitu hipotalamus.

Hormon otak yang terganggu berisiko mengacaukan hormon lain dalam tubuh, emosi tidak stabil, menurunkan berat badan, sampai membuat siklus haid jadi berantakan.

4. Efek konsumsi pil KB

Penyebab telat haid bisa karena efek dari konsumsi pil KB. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah ovarium melepaskan sel telur.

Perlu waktu hingga 3 bulan agar siklus haid Anda kembali normal setelah berhenti minum pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanamkan atau disuntikkan juga bisa menyebabkan telat haid.

5. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovarian syndrome/PCOS) adalah gangguan hormon yang banyak dialami oleh wanita di usia subur. 

PCOS terjadi ketika ovum atau sel telur pada wanita tidak berkembang secara normal akibat pengaruh ketidakseimbangan hormon.

Sekitar 60-85 persen penderita PCOS mengalami gangguan telat haid karena tidak terjadi pelepasan sel telur. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita PCOS berhenti mengalami menstruasi.

6. Penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes, celiac, sindrom cushing, hiperplasia adrenal kongenital, hingga sindrom Asherman, dapat membuat siklus menstruasi jadi tidak lancar.

Kondisi penyakit ini meningkatkan perubahan gula darah, ketidakseimbangan hormonal, hingga peradangan di dalam organ tubuh sehingga tidak efektif untuk menyerap nutrisi.

Baca Juga: 5 Februari: Fakta dan Peristiwa Tanggal Ini, Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi  

7. Insufisiensi ovarium prematur (POI)

POI disebut juga prematur ovarium sehingga fungsi ovarium dalam tubuhnya menurun sebelum berusia 40 tahun.

Menopause alami dini atau POI, biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau mengalami kondisi autoimun.

8. Gangguan tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif menjadi salah satu penyebab terlambat datang bulan, bahkan mengakibatkan berhenti.

Tiroid mempunyai fungsi dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika mengalami masalah, maka semua kadar hormon juga bisa terpengaruh.

9. Hiperprolaktinemia

Penyebab telat haid karena hiperprolaktinemia berisiko meningkatkan jumlah prolaktin, yaitu hormon penghasil air susu ibu. Kondisi ini dapat terjadi meski wanita sedang tidak hamil dan menyusui.

Jumlah prolaktin berlebihan bisa disebabkan oleh tumor atau pengobatan yang memicu hormon. Saat prolaktin berlebihan, ovulasi akan berhenti dan menstruasi tidak akan terjadi.

(***)
 

PenulisR24/zura


Loading...
Loading...