Menu

Anak Pensiunan PTPN V Wakili Indonesia Olimpiade Musim Panas Jerman

Devi 8 May 2023, 12:56
Caption : Azizah (tengah) berfoto bersama Manajer Plasma KKPA Sei Pagar, Muhammad Rudi didampingi kedua orangtuanya Jalaluddin Sinaga dan Ernalina Br Ginting. Azizah merupakan salah satu delegasi Indonesia untuk berlaga di olimpiade khusus musim panas Jerman, Juni mendatang._
Caption : Azizah (tengah) berfoto bersama Manajer Plasma KKPA Sei Pagar, Muhammad Rudi didampingi kedua orangtuanya Jalaluddin Sinaga dan Ernalina Br Ginting. Azizah merupakan salah satu delegasi Indonesia untuk berlaga di olimpiade khusus musim panas Jerman, Juni mendatang._

RIAU24.COM - Nur Azizah Br Sinaga, salah seorang putri pensiunan PT Perkebunan Nusantara V berhasil menjadi salah satu wakil Indonesia dalam Special Olympic World Summer Games (SWOSG) atau olimpiade khusus musim panas yang akan berlangsung di Berlin, Jerman, Juni 2023 mendatang. 

Azizah (19) merupakan atlet penderita down syndrome berprestasi bidang olahraga senam ritmik. Putri ke empat dari pasangan Jalaludin Sinaga (56) dan Ernalina Br Ginting (51) itu kini tengah menjalani pemusatan latihan di Semarang, Jawa Tengah, sebelum terbang ke Negeri Panser, Jerman, 11 Juni 2023 mendatang. 

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan prestasi putri kami. Saya bersyukur lingkungan kerja yang positif turut membantu perkembangan Azizah menjadi sosok yang percaya diri dan mengukir prestasi hingga tingkat internasional,” kata Jalal, sapaan akrabnya di Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau, 8 Mei 2023.

Jalal sendiri merupakan pensiunan PTPN V, salah satu perusahaan perkebunan milik negara yang akan bergabung ke dalam sub holding Palm Co usai menyelesaikan 31 tahun pengabdian di perusahaan plat merah tersebut pada Agustus 2020 silam. 

Prestasi Azizah tidak serta merta muncul begitu saja. Banyak lika-liku, ujian, serta beragam hambatan yang harus dilalui Jalal dan istrinya. 

Ia mengisahkan Azizah lahir selayaknya bayi normal pada 2004 silam. Namun, memasuki usia 5 tahun, Azizah kecil mengalami perlambatan bicara dan kesulitan beraktivitas selayaknya anak-anak normal. Dia pun tidak dapat mengikuti rangkaian pembelajaran di taman kanak-kanak. 

Halaman: 12Lihat Semua