PTPN IV Regional III Ajak Pemerintah dan Asosiasi Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Dalam impelementasinya, alumni Universitas Riau yang telah menjadi insan PTPN selama lebih dua dekade tersebut mengatakan, PTPN IV Regional III secara konsisten menjalankan program PTPN untuk Sawit Rakyat. Program yang dimoderisasi sejak 2019 lalu tersebut telah menjadi tulang punggung percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau.
Program ini, lanjut dia, bukanlah langkah baru. Bahkan jauh sebelumnya, kemitraan antara PTPN dan petani telah dimulai sejak tahun 1982 melalui program transmigrasi dengan melakukan pendekatan skema PIR (Perkebunan Inti Rakyat)
Seiring waktu, perusahaan yang saat ini masih bernama PTPN V meluncurkan revitalisasi perkebunan pada 2012 hingga 2014. Program tersebut ditujukan untuk membantu petani melakukan peremajaan sawit yang mulai renta dan tidak lagi produktif, hingga akhirnya program tersebut dikembangkan lebih komprehensif melalui PSR.
"Alhamdulillah, sampai saat ini, lebih dari 10.700 hektare kebun sawit rakyat telah diremajakan oleh PTPN IV Regional III. Capaian ini tak hanya memberi harapan baru bagi petani, tetapi juga memperlihatkan bagaimana model kemitraan yang dirancang secara tepat dapat menjadi instrumen nyata dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani," tuturnya.
Pria berkacamata itu menjelaskan, keberhasilan PSR tak lepas dari three layer strategy yang diterapkan perusahaan. Dimulai dari Pola Manajemen Tunggal (Single Management), padat karya atau cash for works, dan penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat.
Untuk pola single management, ia menjelaskan petani tetap menjadi pemilik lahan, namun seluruh proses pengelolaan-dari teknis, agronomis hingga manajerial-diintegrasikan secara profesional oleh manajemen PTPN.