Menu

BRK Syariah Ikut Dukung Program Pelestarian Lingkungan dan Swasembada Pangan Pemko Pekanbaru

Alwira 21 Apr 2025, 23:41
Giat  penanaman pohon dan tanaman jagung di Pekanbaru
Giat penanaman pohon dan tanaman jagung di Pekanbaru

“Saya berharapa kegiatan ini menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Dan besok insyaAllah adalah hari bumi internasional dan di mana-mana akan melakukan penanaman atau reboisasi secara serentak. Bersama tagline yang sering saya sampaikan adalah melindungi Tuah menjaga Marwah, Tak akan Hilang Melayu di Bumi, yang kalau kolaborasikan melindungi tuah itu adalah kekayaan bukan hanya kekayaan alam hayati nabati kekayaan budaya di dalamnya di Provinsi ini tetapi kekayaan yang menyangkut sumber daya manusia budaya,” kata Kapolda Riau. 

Irjen. Pol. Herry Herjawan juga menyampaikan berdasarkan temuan BMKG, daerah ini akan mengalami musim kemarau yang panjang bahkan itu akan maju waktunya. Ia mengajak seluruh masyarakat, pemerintah daerah, pemuka agama, media, serta pelaku usaha untuk bergandeng tangan mencegah terjadinya kebarakan hutan dan lahan. 

“Kita juga harus mengecek berapa kesiap kesiapsiagaan dari pada pasukan-pasukan kita berapa orang yang siap pasukan yang banyak itu kan dari TNI  dan Polri, kemudian peralatan bagaimana kita harus bisa menyiapkan embung-ambung yang harus terisi, kita juga harus bisa melihat kanal-kanal yang juga harus terisi. Ini merupakan upaya-upaya luar biasa yang harus kita lakukan bersama-sama demi masa depan bumi yang nyaman,” imbuh Kapolda Riau. 

Bahkan Gubernur Riau, Abdul Wahid pun juga memuji langkah cepat Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dalam menangani persoalan sampah di kota Pekanbaru. Terbukti, sampah mulai tidak terlihat lagi di tengah kota Pekanbaru. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiasi yang dilakukan oleh Walikota beserta jajaran dalam rangka memberikan jaminan terhadap ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan. 

Menurutnya, sebagai warga Indonesia dan orang yang berbudaya tentu menjaga budaya ini menjadi penting. Orang Melayu mengibaratkan pemimpin itu seperti pohon dahannya kokoh tempat bersandar akarnya lebar tempat bersilang dahannya kuat tempat bergantung daunnya lebat tempat berteduh begitulah bahwa hakikat seorang pemimpin dalam Melayu artinya dia harus memberikan manfaat. 

“Nah kita ini pemimpin dan kita akan dipertanggungjawabkan di atas kepemimpinan kita artinya bahwa masing-masing ini kita pemimpin harus memberikan manfaat bagi lingkungan. Kit, siapapunlah seperti yang dikatakan Pak walikota tadi bahwa semua harus berpartisipasi dalam menanam pohon menjaga lingkungan,” kata Gubernur Riau.

Halaman: 123Lihat Semua