Usulan Pembentukan Koalisi Permanen Dinilai Tak Mudah
Petinggi Partai Gerindra. Sumber: UNAIR
RIAU24.COM - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai penerapan koalisi permanen terbilang tidak mudah.
Hal ini lantaran sulitnya menyamakan persepsi, dikutip dari rmol.id, Sabtu, 3 Januari 2026.
Selain itu Koalisi Permanen juga tidak sejalan dengan prinsip politik praktis yang cenderung mendahulukan kepentingan masing-masing partai politik.
"Karena partai politik di Indonesia cenderung pragmatis," ujarnya.
Sikap pragmatis tersebut membuat kepentingan politik setiap partai mudah berubah-ubah.
"Hal itu yang membuat sulitnya menyamakan kepentingan antarpartai untuk jangka panjang," sebutnya.