Bulan Ramadhan, MBG Bengkalis Tuai Sorotan Dari Wali Murid Bahkan Ada Makanan yang Basi
"Situasi ini semakin sensitif karena terjadi di bulan Ramadan, ketika pola makan anak berubah dan asupan gizi harus tetap terjaga meski waktu konsumsi terbatas pada sahur dan berbuka. Kekhawatiran kami mencuat terkait kesehatan makanan itu sendiri serta kandungan nutrisi, dan kesetaraan antar sekolah penerima manfaat,"ujarnya.
"Program MBG sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tujuan strategis meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Di Kabupaten Bengkalis, pelaksanaannya juga melibatkan berbagai unsur pada sejumlah titik distribusi,"ucapnya.
Lalu, ada juga disekolah dasar (SD) di desa pangkalan batang menyebutkan bahwa anak mereka mendapatkan air soya yang sudah basi, buah epal yang membusuk.
Salah seorang pengurus yayasan MBG di Bengkalis saat ditemui wartawan Riau24.com mengaku bahwa makanan yang basi dan buah busuk tersebut merupakan tanggung jawabnya dan akan diganti dengan yang baru.
"Kami bertanggung jawab dengan makanan basi dan buah yang busuk itu akan kami ganti dengan yang baru,"ujarnya singkat.