PTPN IV Regional III Siapkan Skema Pengentasan Stunting di Pagaran Tapah
“Skema yang kami siapkan berbasis data dan hasil koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan anak-anak yang teridentifikasi stunting dan gizi buruk,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah desa dan Puskesmas menjadi kunci agar program berjalan efektif. Menurutnya, perusahaan memandang isu stunting sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun kualitas generasi masa depan.
“Sebagai bagian dari BUMN perkebunan, kami tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial yang nyata. Pengentasan stunting adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional kami,” kata Andiansyah.
Skema ini menjadi bagian dari gerakan serentak yang diinisiasi oleh PTPN IV PalmCo dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional pada 28 Februari 2026. Peluncuran program akan dilakukan secara nasional pada momen tersebut, sementara implementasi di Riau akan menyusul pada awal Maret 2026.
Komitmen terhadap pengentasan stunting bukanlah langkah sesaat bagi PTPN IV PalmCo. Perusahaan secara konsisten mendorong intervensi gizi berbasis komunitas di berbagai wilayah operasionalnya, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan kader posyandu. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target pembangunan nasional, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Melalui langkah ini, PTPN IV Regional III menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis perkebunan, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan daerah yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. ***