Plt Gubri Imbau Masyarakat Bijak Buka Lahan Tanpa Membakar
RIAU24.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal ini menyusul laporan klimatologi yang menunjukkan curah hujan di wilayah Riau pada tahun 2026 berada di bawah kondisi normal, sebuah indikator kuat akan datangnya musim kemarau ekstrem yang memicu risiko kebakaran lebih tinggi.
SF Hariyanto menegaskan bahwa tantangan tahun ini diprediksi jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Karakteristik cuaca yang lebih kering menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga tingkat tapak di desa-desa.
"Berdasarkan kondisi iklim yang ada, potensi Karhutla tahun ini diperkirakan akan lebih besar. Karena itu, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan ekstra," ujar SF Hariyanto pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam imbauannya, Plt Gubri secara khusus menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Ia meminta agar cara-cara konvensional seperti membakar lahan segera ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, satu titik api yang kecil bisa menjadi bencana besar yang tidak terkendali jika dipicu oleh angin kencang dan kondisi lahan yang mengering.
Dalam imbauannya, Plt Gubri secara khusus menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Ia meminta agar cara-cara konvensional seperti membakar lahan segera ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, satu titik api yang kecil bisa menjadi bencana besar yang tidak terkendali jika dipicu oleh angin kencang dan kondisi lahan yang mengering.
Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Per Kamis (5/3/2026), total luasan lahan yang terbakar di Bumi Lancang Kuning telah menembus angka 1.161,64 hektare. Luasan ini tersebar hampir merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau.